Header Ads

Mahfudz Ajak Warga Dan Pelajar Nonton Film BABE



WAJAHBEKASI.COM-Kota Bekasi: Berlatar belakang budaya, seni dan kultur etnis Betawi Bekasi Film Babe dari Laiden ke Bekasi karya Maja Yusirwan diklaim lebih layak ditonton pelajar Kota Bekasi yang dibintangi aktor Dwi Andika sebagai Ali dan Zoe Jackson sebagai Betty yang tayang perdana di XXI Giant Hypermall Bekasi, Senin (28/1).

Alasannya kata Produser Ants Project, Antistin lantaran Film Babe mengandung nilai edukasi sejarah dengan mengenalkan seni budaya, kuliner dan kultur masyarakat betawi bekasi yang belum banyak dikenal masyarakat. “Film ini layak ditonton masyarakat Bekasi terutama pelajar karena menceritakan dan mengenalkan budaya, seni, kuliner dan kultur masyarakat bekasi yang bermacam – macam yang belum banyak diketahui secara umum, ” ujar Antis.

Dengan sajian drama percintaan dan komedi memang film Babe ini lebih banyak mengulas tentang keseharian masyarakat betawi bekasi dengan logat dan kulturnya dengan dibumbui percintaan ala anak muda agar lebih segar ditonton khususnya anak remaja.

“Film Babe ini memang belum sempurna disebut sebagai film karena ada beberapa hal hal yang tidak tercakup dari sisi sinema. Awalnya memang konsepnya seperti Film Televisi (Ftv), itu yang pertamakali saya tanyakan ke Bu Antis, lalu bu Antis bilang nanti film ini ditayangkan di bioskop,” terang Sutradara Film Hasto Broto, usai nonton bareng bersama Wakil Walikota Tri Ardianto, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata, Zarkasih, Kepala Dinas Pendidikan, Ali Fauzi, Tokoh Budaya Bekasi dan seluruh crew film, Senin malam (28/1).

Untuk itu lanjut Hasto timnya mampu merampungkan film Babe ini dalam waktu 6 hari saja. Meski pun kata penulis skenario Maja Yusirwan atau dikenal Majayus Irone sebelum memulai syuting dirinya terlebih dulu melakukan survey dan mencari nara sumber tokoh budaya seni Bekasi yang kompeten seperti Ridwan Saidi, Abdul Choir, Kong Guntur Elmogas, H. Usman Effendi dan lain – lain.

Mahfudz Abdurrahman Anggita DPR RI turut hadir menyaksikan Pemutaran film perdana ini mengatakan " Nuansa komedi betawi di balut keseharian kehidupan warga bekasi sangat kental dalam film ini , banyak lokasi sejarah bekasi di tampilkan walau cuma beberapa menit saja di tampilkan namun itu mengingatkan betapa luas dan banyak peninggalan- peninggalan sejarah Bekasi," Ungkapnya.

"Apalagi didalam film ini selain tampilnya artis terkenal para pemain yang juga budayawan dan pegiat sejarah bekasi di libatkan dalam memainkan peran , saya sangat bangga dan terharu bekasi bisa menampilkan gambaran luas yang terlihat cantik melalui film , saya menyarankan para warga bekasi dan para pelajar untuk menonton film ini , kedepan kalau bisa bekasi membuat film - film heroik nya para pejuang Bekasi karena banyak cerita dan sejarah bekasi yang bisa di kemas apik dalam sebuah film layar lebar, ".Jelasnya.

Mahfudz menambahkan hal yang menarik dari film Babe ini adalah mencuatnya asal usul nama bekasi yang sebenarnya. Padahal selama ini masyarakat mengetahui nama Bekasi berasal dari kata Bhagasasi ternyata salah.

Tokoh budaya betawi Ridwan Saidi dalam adegan film itu memaparkan bahwa nama Bekasi berasal dari kata Besakih yang dalam bahasa bali dan tangerang artinya tempat yang suci.

“Ini sejarah yang harus diluruskan bahwa nama Bekasi bukan dari kata Bhagasasi tetapi dari kata Besakih yang artinya tempat suci, ” jelas Ridwan Saidi dalam konferensi pers usai nonton bareng.

Selain meluruskan asal usul nama Bekasi, Ridwan Saidi juga mengungkapkan jika Kerajaan Tarumanegara yang saat ini masyarakat kenal ternyata hanya cerita dongeng semata. “Kerajaan Tarumanegara dalam sejarah nusantara tidak ada, itu hanya dongeng saja. Saya pun berani berargumen dan membuktikan kalau itu hanya dongeng,” beber tokoh betawi ini serius.

Sebagai tontonan edukatif dan menyajikan peradaban
sebuah masyarakat, maka produser, sutradara dan penulis skenario sangat apresiatif atas sambutan dan kerjasamanya dari Pemerintah Kota Bekasi atas terselenggaranya film Babe dari Leiden ke Bekasi ini. “Kami berharap Pemkot Bekasi mendukung agar film ini menjadi tontonan bagi masyarakat dan pelajar di Kota Bekasi,” kata Majayus Irone. (are)

Tidak ada komentar