Header Ads

Hari Jadi Kota Bekasi Ust.Mahfudz
  • Terbaru

    SMK AL Muhadjirin Bekasi Gelar Seminar Literasi Digital

    SMK AL Muhadjirin Gelar Seminar Literasi Digital "Kongkow Bareng Bloger dan Entrepreneur di Zaman Milenial"

    SMK AL - Muhadjirin, Kelurahan Aren Jaya, Kec. Bekasi Timur bersama Yayasan Relawan Sedekah Indonesia menggelar seminar literasi digital bertajuk "Kongkow Bareng Bloger dan Entrepreneur di Zaman Milenial".  Sabtu (26/01/19).

    Rijan Sania Saputra.ST selaku kepala sekolah SMK AL - Muhadjirin pada sambutan pembukaan menyambut baik acara yang menghadirkan Bisot Pradhabasu sebagai Blogger dan Nana Praja sebagai penggiat serta pendiri salah satu Taman Bacaan di Muaragembong Kabupaten Bekasi.

    Faishal Rizki selaku ketua panitia dalam kegiatan ini mengatakan bahwa di zaman sekarang ini masyarakat harus belajar bijak dalam menggunakan sosial media karna kalau kita tidak bijak maka akan berakibat fatal bagi diri kita sendiri.

    "Masyarakat pengguna media sosial khususnya pelajar harus bisa  memanfaatkan media sosial untuk kegiatan belajarnya bahkan untuk karirnya di masa depan" kata Faishal.

    Senada dengan itu, Galing Gema Takbir selaku ketua umum Relawan Sedekah Indonesia menyampaikan agar para peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk dapat berhati-hati menghadapi serbuan arus informasi yang juga ada hoax di dalamnya.
    SMK AL Muhadjirin Gelar Seminar Literasi Digital "Kongkow Bareng Bloger dan Entrepreneur di Zaman Milenial"

    "Dalam internet banyak juga hal-hal bermanfaat yang merupakan peluang bagi kita semua untuk dapat memanfaatkan sebaik-baiknya," ungkap Bisot saat menjelaskan kisah sukses Raditya Dika dan Pidi Baiq yang diawali dengan kegiatannya menulis di blog masing-masing.

    Kegiatan yang diselingi dengan hiburan dari para siswa ini diakhiri dengan materi pengenalan TBM Rumah Warna Bekasi di Desa Pantai Harapan Jaya Kecamatan Muaragembong.

    Nana Praja sebagai pendiri dan penggiat literasi menjelaskan bagaimana perjuangan dirinya dan kawan-kawan mendirikan perpustakaan atau taman bacaan masyarakat dengan memanfaatkan media sosial.

    "Kami menggunakan Facebook, WhatsApp dan Instagram untuk mengabarkan kegiatan kami hingga sekarang" ungkap Nana.

    Dengan selalu mengupdate info-info kegiatan Nana yakin ia sudah ikut memerangi hoax karena telah menyumbang konten positif di sosial media.

    "Berkat sosial media juga kini TBM Rumah Warna banyak memiliki relawan yang kenal melalui media sosial, semoga ini menginspirasi teman-teman" tandasnya dengan logat Bekasi yang kental. [Taufik]

    Tidak ada komentar