Header Ads

Membangun Peradaban Masyarakat Lewat Ekonomi Syariah


WAJAHBEKASI.COM- Kota Bekasi: Sedikit tentang ekonomi, Ekonomi syariah dipandang bermuara pada upaya membangun peradaban masyarakat. Oleh Karena itu dalam studi ekonomi syariah tidak hanya dipelajari soal  Fiqih Muamalah saja, namun juga perkembangan nya dan dinamika sosial yang dipengaruhi ekonomi, Ujar Ketua forum daerah mahasiswa fakultas ekonomi syariah Bekasi Kiki Ginanjar STEI SEBI, saat menyampaikan sambutannya pada seminar ekonomi Syariah yang di selenggarakan, Ahad (20/1) di Gedung Patriot Kota Bekasi.

Ditegaskannya, ekonomi syariah mampu menarik nilai-nilai teologis pada orientasi praktik riil. Tantangan yang dihadapi ekonomi syariah adalah bagaimana memperbanyak pakar dan melahirkan institusi tempat untuk studi belajar maupun institusi lembaga keuangan syariah. Jika kedua hal itu sudah bertambah banyak, maka membuktikan bahwa keuangan syariah sudah mampu mengakar di masyarakat.

Terkait hal itu, ekonomi kelas menengah harus diperkuat oleh keuangan syariah. Ekonomi syariah bukan sekadar bicara tentang akad, tetapi menjadi bagian dari mata rantai membangun masyarakat dan menyejahterakan rakyat. Ujar bapak kindi Miftah selaku prmbicara pada seminar tersebut. 
Ekonomi syariah adalah bagian komitmen misi keagamaann yang erat dengan pesan rahmatan lil ‘Alamin yang berkomitmen membantu mensejahterakan masyarakat, dan berujung memperkuat ekonomi bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Alumni FOSSEI  Muhammad Mamet albatati menyatakan, "Saat ini banyak model dan akad bisnis syariah yang dapat digunakan untuk mengembangkan ekonomi Indonesia. Semua akad dan modelnya sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), " Ujarnya.

Ia menambahkan, terdapat banyak peluang bagi pegiat ekonomi syariah untuk mengembangkan bisnis syariah. Apalagi, pertumbuhan perbankan syariah sebagai salah satu sektor keuangan syariah dapat tumbuh dengan baik.

Kepala bagian ekonomi di pemerintahan bekasi mengatakan, Menurut pengamatan dari Direktur Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI) Edi setoadi, Piihaknya mengapresiasi pertumbuhan perbankan syariah yang terus mengalami perkembangan pesat. 

"Pada 2008, aset perbankan syariah di Indonesia Rp 49,6 triliun, sedangkan pada Juni 2013, aset perbankan syariah Rp 218,6 triliun, " katanya.

Saat ini ada 11 Bank Umum Syariah (BUS), 24 Unit Usaha Syariah (UUS), dan 159 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Semakin banyaknya lembaga perbankan syariah, maka makin banyak pula masyarakat yang menggunakan produk perbankan syariah. Hingga April 2013, jumlah nasabah perbankan syariah mencapai 14,14 juta nasabah dengan pangsa  pasar 4,8 persen. Edy mengatakan inovasi produk syariah tidak boleh melenceng dan harus mampu memenuhi prinsip syariah yang ditetapkan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Selain sejumlah dosen, mahasiswa Bekasi, mahasiswa SEBI, dan SMA di kota Bekasi seminar yang terselenggara atas kerja sama antara Forda (forum daerah) mahasiswa Bekasi (BIEF) dengan Pemkot Bekasi, STEI SEBI, pesantren enterpreneur, baznas kota Bekasi,Takaful, Sabana, dan 
MES (Masyarakat Ekonomi Syariah). Dan juga dihadiri oleh peserta tes beasiswa full STEI SEBI , dan lain lainnya.(kiki)

Tidak ada komentar