Header Ads

Hari Jadi Kota Bekasi Ust.Mahfudz
  • Terbaru

    Ini Komentar Endra Kusnawan Soal Kaitan Bencana dan CSR

    Ini Komentar Endra Kusnawan Soal Kaitan Bencana dan CSR
    Endra Kusnawan
    Belum lama ini Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan terima kasih kepada BRI yang sangat responsif tanggap bencana di Lombok. Melalui CSR - Corporate Social Responsibility, BRI bakal menyalurkan berbagai kebutuhan dasar di kawasan wisata yang sangat terdampak oleh bencana gempa bumi berskala 7.0 SR itu.

    Selain itu beberapa berita juga mengabarkan bantuan-bantuan CSR yang langsung disalurkan ke lokasi terdampak seperti, Forum CSR Lampung, PT Bussan Auto Finance (BAF) dan lain-lain . Kabarnya PHM Hospitality Grup menyalurkan CSR  langsung di Dusun Mentareng dan Dusun Obel-Obel yang memiliki sekitar 115 kepala keluarga.

    Menurut Endra Kusnawan selaku pemerhati CSR, hal sebagaimana tersebut di atas adalah dimungkinkan dan patut diapresiasi. (Sabtu 25 Agustus 2018).
    "Perusahaan-perusahaan memang dimungkinkan menyalurkan program CSR berupa bantuan kepada BNPB atau langsung ke lokasi bencana, dalam hal bencana nasional program CSR dari perusahaan malah dapat menjadi salah satu komponen pengurang pajak bagi perusahaan" ungkap Endra yang juga mengelola website Media CSR Indonesia.

    Endra menjelaskan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008  Tentang Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 6 ayat (1) dan Pasal 1 PP 93 Tahun 2010 sebagai peraturan pelaksanaannya mengatur pengeluaran Corporate Social Responsibility (CSR) yang dapat dikurangkan sampai jumlah tertentu dari penghasilan bruto dalam rangka penghitungan penghasilan kena pajak untuk sumbangan penanggulangan bencana nasional.

    "Jadi kalau bencana lombok sudah ditetapkan sebagai bencana nasional, saya kira akan lebih banyak lagi perusahaan-perusahaan yang akan membantu percepatan pemulihan akibat bencana di lombok saat ini" jelas Endra yang juga aktif dalam komunitas Historika Bekasi ini.

    Perdebatan mengenai status bencana di Lombok ditanggapi Hening Parlan, mantan direktur Humanitarian Forum Indonesia. Berdasarkan pemantauanya dan kolega-koleganya, bantuan untuk warga Lombok dan sekitarnya sudah mengalir dan sumber daya manusia telah dikerahkan dari berbagai penjuru. Dengan demikian, status bencana nasional tak lagi relevan.

    "Status bencana nasional tak perlu diperdebatkan. Mau di-declare bencana nasional atau tidak, itu tidak penting karena yang utama adalah penanganan korban. Ketika itu diperdebatkan, ranahnya masuk ke politik sebenarnya," paparnya sebagaimana dikutip Jerome Wirawan dari .BBC News Indonesia 21 Agustus 2018. []

    Tidak ada komentar