Header Ads

Fintech sebagai Sarana Implementasi Peningkatan Pertumbuhan Filantropy Syari’ah di Indonesia.

Fintech sebagai Sarana Implementasi Peningkatan Pertumbuhan Filantropy Syari’ah di Indonesia.

Oleh: Fatimah Azzahrah (Mahasiswi STEI SEBI, Depok)
Di era yang serba cepat dan simpel ini menuntut kita untuk terus berinovasi  bagaimana agar segala sesuatu dapat terlaksana secara efektif dan efisien. Maka dari itu banyak bermunculan teknologi-teknologi terbaru, salah satunya dibidang keuangan, yaitu financial technology.

Fintech merupakan startup yang sedang naik daun. Inovasi yang ditawarkan Fintech sangat luas dan dalam berbagai segmen, baik itu B2B (Business to Business) hingga B2C (Business to Consumer). Adapun klasifikasi fintech diantaranya:
Crowdfunding dan Peer to Peer Lending
Pada klasifikasi ini, Fintech berfungsi sebagai mediator yang menemukan investor dengan pencari modal, seperti  marketplace.Crowdfunding (pembiayaan masal atau berbasis patungan) dan peer to peer (P2P) lending ini diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Market Aggregator
Pada klasifikasi ini, Fintech sebagai pembanding produk keuangan, dimana Fintech t akan mengumpulkan data finansial untuk dijadikan referensi oleh pengguna
Risk and Investment Management
Konsep yang ditawarkan Fintech ini berfungsi seperti financial planner yang berbentuk digital.Pengguna akan dibantu untuk mendapatkan produk investasi yang paling cocok sesuai dengan preferensi yang diberikan. 

Payment, Settlement dan Clearing
Jenis Fintech ini adalah pembayaran (payments) seperti payment gateway dan e-wallet.Klasifikasi ini diawasi oleh BI (Bank Indonesia) karena proses pembayaran ini juga meliputi perputaran uang yang nantinya akan menjadi tanggung jawab Bank Indonesia.
Dari klasifikasi fintech diatas, maka filantropy dapat diklasifikasikan kedalam crowdfunding. Adapun pengertian dari filantropy (kedermawanan) adalah kesadaran untuk memberi  dalam rangka mengatasi kesulitan dan meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat dalam berbagai bidang kehidupannya.

Dalam sudut pandang islam sendiri filantropy adalah bagian dari ketakwaan seorang muslim,yang akan melahirkan keberkahan dan merupakan perbuatan yang sangat bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat secara luas. Filantropy islam sendiri berbentuk zakat, infaq, shadaqah, wakaf, hibah dan derma-derma lainnya.

Filantropy sendiri merupakan salah satu sarana ibadah dalam bidang maaliyah ijtimaaiyah/ harta berjama’ah, dan sudah seharusnya menjadi gaya hidup dari seorang muslim. Maka dari itu untuk memudahkan pengumplan dana, maka fintechlah solusi utamanya. Karena menurut data dari Kementrian Kominfo,Indonesia merupakan negara pengguna internet urutan keenam di dunia. Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah netter di Indonesia sekitar 143 juta orang atau lebih dari 50 persen dari jumlah penduduk indonesia .

Dari data tersebut sangatlah efektif jika filantropy di implementasikan melalui fintech, hal ini  memudahkan para filantropis untuk menyalurkan dananya.  Dan tidak hanya sebatas itu, dana yang sudah terhimpun dapat dengan mudah disalurkan kepelosok-pelosok atau masyarakat yang membutuhkannya. Sehingga pengelolaan dan penyaluran dana jelas dan terkontrol, dapat ditinjau oleh  filantropis itu sendiri. Maka dari itu fintech merupakan sarana yang sangat tepat untuk meningkatkan pertumbuhan filantropy syari’ah di  Indonesia.

Tidak ada komentar