Header Ads

MACAM-MACAM HIBURAN YANG HALAL Oleh : Nabillah Fauziah K.

Wajahnekasi.com , Ada beberapa macam permainan dan seni hiburan yang disyariatkan Rasululloh saw. untuk kaum muslimin, hal ini untuk memberikan kegembiraan dan hiburan mereka. Dimana hiburan ini dimaksudkan agar dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi ibadan dan melaksanakan kewajuban dan lebih banyak mendatangkan ketangkasan dan keinginan.

Hiburan-hiburan tersebut kebanyakannya bentuk suatu latihan yang dapat mendidik umat muslim menjadi manusia yang berjiwa kuat, dan memepersiapkan mereka untuk maju ke medan jihad fi sabilillah. Diantara hiburan-hiburan itu ialah sebagai berikut:  

Perlombaan Lari Cepat
Para sahabat dulu biasa mengadakan perlombaan lari cepat, sedang Nabi sendiri mengiyakannya, Ali adalah salah seorang yang paling cepat. Rosululloh sendiri mengadakan pertandingan dengan isterinya guna memberikan pendidikan kesederhanaan dan kesegaran serta mengajar kepada sahabt-sahabatnya.

Gulat
Rosululloh saw. pernah gulat dengan seorang laki-laki yang terkenal kuatnya, namanya rukanah. Permainan ini dilakukan beberapa kali. (Riwayat Abu Daud). Ulama fiqih berpendapat, bahwa pertandinga lari cepat,gulat dan sebaginya tidak menghilangkan kekhusyu’an, kehormatan, pengetahuan, keutamaan dan lanjutnya umur. Sebab rosululloh saw. sendiri waktu bergulat dengan Aisyah sudah berumur diatas 50 tahun.

Memanah 
Pertandingan lempar panah itu bukan sekedar hobby atau bermain-main saja,tetapi salah satu bentuk daripada mempersiapkan kekuatan sebagai yang diperintahkan Alloh swt. dalam firman-Nya:
“Dan bersiap-siaplah kamu untuk menghadapi mereka (musuh) dengan kekuatan yang kamu sanggup” (Qs. Al-anfal:61)

Dalam menafsiri ayat ini, Rosululloh saw. bersabda:
“Ketahuilah! Bahwa yang dimaksud ‘kekuatan’ itu ialah memanah - beliau ucapkan kata-kata itu tiga kali”.

Namun begitu, Rosululloh saw. memepringatkan para pemain agar tidak menjadikan binatang-binatang jinak dan sebagainya sebagai sasaran latihannya, sebagaimana yang biasa dilakukan oleh orang-orang arab jahiliah. Dilarangnya permainan seperti itu karena terdapat unsur-unsur penyiksaan terhadap binatang dan merenggut jiwa binatang serta memungkinkan untuk membuang-bunag harta. Tidak benar kalau permainan manusia itu dengan mengorbankan makhluk hidup yang lain. Justru itu Rosululloh saw. melarang mengadu binatang.

Main Anggar
Dalam hal ini Rasululloh saw. telah memeberi perkenan kepada orang-orang Habasyah bermain anggar di dalam masjid Nabawi, dan ia pun memeberi perkenan pula kepada Aisyah untuk menyaksikan permainan itu.
Ini merupakan suatu kelapngan dari Rasululloh saw. dengan mengizinkan permainan sepertii ini dilakukan di masjidnya yang mulia itu, agar di dalam masjid dapat dipadukan antara kepentingan duniawi dan ukhrawi; dan sebagai suatu pendidikan buat kaum muslimin, agar mereka suka bekerja di waktu bekerja dan bermain-main diwaktu bermain-main. Disamping itu, bahwa permainan semacam ini bukan sekedar bermain-main saja, tetapi suatu permainan yang berbentuk latihan. 

Menunggang Kuda (Berpacu Kuda)
Ibnu umar meriwayatkan : “sesungguhnya rasululloh saw. pernah mengadakan pacuan kuda dan memberi hadiah kepada pemenangnya” (Riwayat Ahmad). Dan Umar berkata :”Ajarlah anak-anakmu berenang dan memanah, dan perintahlah mereka supaya melompat diatas punggung kuda”.

“Tiap-tiap sesuatu yang bukan dzikrulloh berarti permainan dan kelalaian, kecuali empat perkara: 1) seorang laki-laki yang berjalan antara dua sasaran (untuk  memanah). 2) seorang yang mendidik kudanya. 3) bermain-mainnya seseoranng dengan istrinya. 4) belajar berenang.” (Riwayat Thabrani)
Semua ini sebagai dorongan Nabi terhadap masalah pacuan kuda. Sebab berpacu kuda sebagaimana dikatakan diatas, adalah permainan, olahraga juga suatu latihan.


Berburu
Hiburan/permainan yang bermanfaat, yang juga dibenarkan oleh islam, ialah berburu. Berburu itu sendiri pada hakikatnya adalah bersenang-senang, olahraga dan bekerja, baik dengan menggunakan alat ataupun yang lainnya. 
Islam tidak melarang berburu kecuali dala dua hal : 1) ketika ihram haji dan umrah, sebab dalam keadaan demikian adalah face damai secara menyeluruh. 2) ketika berada ditanah haram makkah, sebab di tempat ini dijadikan Allah sebagai tempat perdamaian dan keamanan bagi semua makhluk hidup.

Main Dadu
Seluruh permainan yang didalamnya ada perjudian, hukumnya haram. Jika permainan dadu dibarengi dengan perjudian, maka hukumnya adalah haram, dengan kesepakatan para ulama. Tetapi apabila tidak dibarengi dengan perjudian, maka sementara ulama ada yang memandang haram, dan sebagian lain memandang makruh.

Main Catur
Diantara permainan yang sudah terkenal adalah catur. Para ahli fiqih berbeda pendapat tentang memandang hukumnya, antara mubah, makruh dan haram.
Menurut hukum asal bermain catur ialah Mubah. Pada catur sendiri melebihi permainan dan hiburan biasa, karena di dalamnya terdapat semacam sport otak dan mendidik berfikir. Dan yang menjadi ciri dalam permainan catur ialah kecerdasan dan latihan, jadi sama dengan lomba memanah. Namun,tentang dibolehkannya ini dipersyaratkan dengan tiga syarat:
Karena bermain catur, tidak boleh menunda-nunda sembahyang, sebab perbuatan yang paling bahaya ialah mencuri waktu.
Tidak boleh dicampuri perjudian
Ketika bermain, lidah harus dijaga dari omong kotor, cabul dan omongan-omongan yang rendah. 
Kalau ketiga syarat ini tidak dapat dipenuhinnya, maka dapat dihukumi haram.

Menyanyi dan Musik
Diantara hiburan yang dapat menghibur jiwa dan menenangkan hati serta mengenakkan telinga, ialah nyanyian.
Hal ini dibolehkan oleh islam, selama tidak dicampuri omong kotir, cabul, dan kirannya dapat mengarahkan kepada perbuatan dosa. Dan tidak salah pula kalau disetrainya dengan musik yang tidak membangkitkan nafsu.
Dan berkata pula Ibnu Hazim: “semua hadis yang menerangkan tentang haramnya nyanyian adalah batil dan palsu”.

Banyak sekali nyanyian dan musik yang disertai dengan perbuatan berlebih-lebihan, minum-minum arak dan perbuatan-perbuatan haram. Itulah yang kemudian oleh ulama-ulama dianggapnya haram atau makruh.

Dalam hal ini sudah sangat jelas bahwa nyanyian dan musik ini diperbolehkan jika tidak melanggar ketentuan yang telah ditetapkan dan berniat tidak untuk membantu bermaksiat kepada Allah, akan tetapi berniat untuk menghiibur hati supaya dengan demikian dia mampu berbakti kepada Allah dan tangkas dalam berbuat kebajikan, maka dia adalah orang yang taat dan berbuat baik dan perbuatannya pu termasuk perbuatan yang benar.

Itulah penjelasan beberapa permainan yang diperbolehkan dalam islam dengan memperhatikan segala ketentuan-ketentuannya.

Wallahualam


Referensi : Buku Halal dan Haram Dalam Islam (Syeikh Muhammad Yusuf Qardhawi)

Tidak ada komentar