Header Ads

Hari Jadi Kota Bekasi Ust.Mahfudz
  • Terbaru

    Siswa Kelas 10 Terbitkan Novel Ondel-Ondel Galau

    Frances Caitlin Tirtaguna atau yang akrab dipanggil Frances adalah gadis belia kelahiran Jakarta yang kini baru berusia 15 tahun. Siswi kelas 10 Binus School Simprug yang baru saja menjadi salah satu wakil Indonesia untuk Asia Pacific Young Leaders Convention 2018 di Singapore ini pada hari Jumat 27 April 2018 di sekolah Bina Nusantara (Binus) School, Simprug Kebayoran Lama, Jakarta Selatan telah sukses meluncuran Buku Ondel-Ondel Galau bersama Mr. Peter (Kepala Sekolah) dan Budayawan Betawi, Bang Indra Sutisna. 
    Siswa Kelas 10 Terbitkan Novel Ondel-Ondel Galau

    Novel ONDEL–ONDEL GALAU berisikan ulasan tentang beragam kebudayaan Betawi, mulai dari sejarah, para tokoh, tarian adat,  baju adat,  lagu adat,  mainan tradisional hingga beragam makanan khas Betawi. Diperkaya dengan ilustrasi menarik dari illustrator handal Muhammad Nashir Setiawan, novel ini disajikan ditulis dalam bahasa Inggris. Harapan Frances melalui novel Ondel–Ondel Galau ini Ia mampu memperkenalkan kebudayaan Indonesia khususnya Kebudayaan Betawi kepada khalayak yang lebih luas hingga ke luar negeri. 

    Buku ini diproduksi dan didistribusikan oleh Gramedia Pustaka Utama dan bisa didapatkan di seluruh toko buku Gramedia terdekat. Peluncuran buku ini dihadiri oleh Tokoh Kebudayaan Betawi, Remaja Betawi, juga akan diramaikan oleh Tarian Betawi “Nandak Abang None” yang dibawakan oleh Culturific Club BINUS SCHOOL Simprug, Musik Gambang Kromong, Pertunjukan Lenong Bocah dari Sanggar Seni Setu Babakan, serta para undangan dapat menikmati berbagai Jajanan khas Betawi seperti kerak telor, kue pancong, jananan pasar dll.
    Siswa Kelas 10 Terbitkan Novel Ondel-Ondel Galau

    Dalam rangkaian risetnya, Frances juga dipertemukan dengan ketua Lembaga Kebudayaan Betawi yang sekaligus akademisi di Universitas Indonesia, Bang Yahya Andi Saputra. Bang Yahya juga menyambut baik adanya buku Ondel – Ondel Galau ini. 

    Ia berharap selain dibuatkan dalam bentuk cetak, buku ini juga diharapkan dibuatkan versi hidupnya. Agar kebudayaan Betawi bisa lebih menyebar lagi bukan hanya di tanah Betawi saja, tetapi bisa menyebar sampai keluar negeri.

    Frances juga berharap buku ini dapat mempromosikan UKM berbasis budaya hingga ke mancanegara.
    “Saya berharap masyarakat semakin mudah mengenal dan menikmati berbagai hasil seni Betawi, makanan khas, pentas seni dan lain-lain. Mereka bisa langsung menghubungi dan memesan dari para pengrajin dan penjual, mudah-mudahan sampai ke calon pelanggan dari luar negeri,” ujar Frances dengan semangat.

    “Semoga lewat novel ini, Aku bisa menginspirasi anak-anak muda seusiaku untuk kenal dan turut melestarikan Budaya. Budaya Betawi harus hidup lestari dan dapat dibanggakan!” lanjutnya. 

    Tidak ada komentar