Header Ads

BEM Fakultas Hukum Ubhara Jaya Sukses Gelar Seminar Tentang Hoax Dan Sosmed

BEM Fakultas Hukum Ubhara Jaya Sukses Gelar Seminar Tentang Hoax Dan Sosmed

Media sosial idealnya adalah wadah yang dapat digunakan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan menyebarkan konten-konten positif yang bermanfaat. Faktanya, masih ada pihak-pihak yang menyalahgunakannya untuk menyebarkan informasi yang mengandung konten negatif. 

Terhadap masalah itu, pemerintah masih terus berupaya untuk mengurangi penyebaran hoax atau berita palsu dengan cara menerbitkan undang-undang yang di mengatur sanksi bagi pengguna internet yang turut menyebarkan konten negatif.

Mahasiswa selaku intelektual muda dan agen perubahan merasa terpanggil untuk turut mensosialisasikan dan memberikan pengetahuan dasar mengenai hoax, sosial media dan dampak hukum kepada masyarakat secara langsung.

Bertempat di TBM Rumah Pelangi Bekasi kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi, BEM FH Ubhara Jaya Bekasi sukses mengadakan seminar dan diskusi publik tentang "Hoax dan Sosial Media", Minggu 25 Maret 2018.

Hadir beberapa siswa dari berbagai sekolah dari Kecamatan Sukawangi dan Babelan, SMK SMK Binakarya Mandiri Kota Bekasi, pemuda-pemuda dari berbagai komunitas dan organisasi seperti saung baca Si Abang dan Cinong Bekasi dari Babelan serta warga lainnya.

BEM Fakultas Hukum Ubhara Jaya Sukses Gelar Seminar Tentang Hoax Dan Sosmed

M Yasin (26), salah seorang peserta dari Rawalumbu Kota Bekasi mengapresiasi seminar dan diskusi mengenai hoax dan sosial media ini, dirinya mengungkapkan kesulitan warga membedakan mana informasi hoax dan mana berita yang dapat dipercaya kebenarannya.
"Dalam era sosial media ini setiap saat banyak sekali bertebaran informasi-informasi yang diragukan kebenarannya, tapi juga sulit untuk memutuskan apakah informasi itu hoax atau bukan" ungkapnya.

"Acara seminar gratis yang dibuat oleh Mahasiswa Fakultas Hukum Ubhara ini sangat bermanfaat bagi saya dan murid-murid saya, kita jadi tahu apa risikonya jika kita tidak bijak menggunakan sosial media" ungkap pria yang berprofesi sebagai guru ini.

Senada dengan itu, Irvan (23) warga Desa Sukamekar Kecamatan Sukawangi juga menyambut hangat kedatangan para mahasiswa tersebut.
"Kami merasa dipedulikan oleh para mahasiswa, jadi tau bahayanya hoax, jadi paham kalau hoax bisa mengakibatkan perpecahan di masyarakat, jadi paham kalau penyebar hoax bisa dipenjara" ujarnya.

Tidak ada komentar