Header Ads

Rangkaian Ilmu

Rangkaian Ilmu
Oleh : Muhammad Rasyid Ridho
Menuntut ilmu sangatlah penting bagi kita. Karena tanpa ilmu mana bisa kita melakukan suatu hal. Bagaimana kita bisa menjalankan hidup kita di dunia jika tidak ada ilmu. Salah satunya seperti: memasak, dalam memasak kita harus mempunyai ilmu. Contohnya saat membuat sop, kita harus tahu ukuran bumbunya, cara membuatnya dan lain sebaginya. Berbicara, bagaimana kita bisa berbicara dengan tutur kata yang baik dan sopan. Menggambar, bagaimana kita bisa membentuk sebuah gambar yang indah dan lainnya. Sebagaimana yang kita ketahui dari hadits nabi saw :
طلب العلم فريضة على كل مسلم
“Menuntut ilmu itu wajib /fardhu setiap muslim”
Dalam menuntut ilmu tidaklah mudah. Tidak seperti membalikkan telapak tangan. Berikut adalah rangkaian atau step agar kita selalu bisa mendapatkan ilmu dengan mudah, baik dan juga tidak cepat lupa. Ada lima rangkaian ilmu yang bisa kita lakukan :
Tahapan yang pertama yaitu diam  atau tenang (ash-shomtu). Kenapa diam? Karena ketika kita berada di suatu majlis ilmu yang harus kita lakukan adalah diam. Diam di sini bukan hanya melamun tanpa memperhatikan. Tapi diam berarti menyimak, dan memperhatikan apa yang disampaikan, karena ilmu yang akan datang tidak akan masuk jika hati dan pikiran kita tidak fokus dengan ilmu yang sedang kita pelajari.
Tahapan yang ke dua yaitu mendengarkan (al-inshootu). Mendengarkan apa yang disampaikan dalam suatu majlis ilmu, karena pendengaran merupakan alur ilmu yang  kita dapatkan dan akan teringat ke dalam otak kita secara tidak langsung.
Tahapan yang ke tiga yaitu menghafal (al-hifdzu). Menghafal ilmu atau pelajaran apa yang sudah disampaikan oleh pemateri untuk kita, yang mana tadi  kita perhatikan dengan seksama serta mendengarnya dengan baik. Maka menghafal merupakan kekuatan dalam menjaga dan mengingat apa yang disampaikan oleh pemateri.
Tahapan yang ke empat yaitu dipraktekan (al-amalu bihi). Ilmu tanpa dipraktekan atau diamalkan ibarat seperti pohon tanpa buah. Praktek menjadi penguatan ingatan  di otak kita tentang ilmu yang telah kita dapatkan.
Tahapan yang terakhir adalah menyebarkannya (nasyruhu). Tentu menyebarkan ilmu bukan hanya bagi orang alim atau orang yang banyak akan ilmu, tetapi menyebarkan ilmu berlaku bagi semua orang, meski baru sedikit ilmu yang dimilikinya. Menyebarkan ilmu juga akan menjadi ladang amal sholeh kita di akhirat kelak yang tidak akan terputus walaupun nafas terhenti. Karena rasulullah saw bersabda yang artinya : “jika seorang itu mati maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara. Pertama shodaqoh  jariyyah, kedua lmu yang bermanfaat bagi orang lain, dan ketiga anak sholeh yang mendo’akan orang tua-nya".
Maka marilah kita perbaiki diri kita. Mulailah untuk bisa mendapatkan ilmu dengan baik dan selalu kita  ingat. Teruslah semangat untuk mencari ilmu, karena ilmu itu luas tanpa ada batasannya. Pepatah bahasa arab mengatakan:
أطلب العلم من المهد إلى اّللحد
“tuntutlah llmu dari buaian sampai liang lahat”
“ilmu itu adalah senjata kita untuk menghadapi musuh” (red)