Header Ads

Pemuda Pengubah Peradaban

Pemuda Pengubah Peradaban

Penulis: Rafly Pirmansyah

Ironinya negeri ini, yang dahulu pernah dijuluki macan asia, kini dia kehilangan taringnya. Negeri yang kaya akan sumber daya, kini terpuruk menjadi negeri miskin nan tiada daya dan upaya dalam menghadapi perubahan zaman. Terlihat dari beberapa factor utama yang mempengaruhinya yaitu krisis kepemimpinan, kemiskinan merajalela, korupsi dimana-mana, bencana alam tak kunjung padam, kenaikan harga BBM, kurangnya lapangan pekerjaan, keterbelakangan pendidikan di bagian pesosok negeri, kerusakan moral di setiap kalangan, dan lain sebagainya.
Kalau sudah begini siapa yang akan mengembalikan kejayaan negeri ini?
Siapa yang akan meneruskan perjuangan para pahlawan?
Perjuangan para pahlawan dalam memerdekakan negeri ini, demi terciptanya kesejahteraan bagi generasi selanjutnya, apakah akan terhenti disini?
Jawabannya adalah tidak. Perjuangan para pahlawan demi terciptanya kesejahteraan bagi generasi selanjutnya haruslah di lanjutkan, kita lah selaku penduduk negeri ini yang harus menjadi penerus para pahlawan. Tapi negeri ini butuh yang namanya pemuda, sosok manusia yang semangatnya masih membara, tenaganya yang masih kuat membaja, dan pemikirannya yang jernih dan cemerlang. Maka tipe pemuda seperti ini lah yang pantas menjadi pemimpin masa depan.
Ustadz Budi Ashari,Lc pernah berkata dalam sebuah ceramahnya. Kegundahan seorang Salahudin Al Ayyubi adalah tentang Palestina dan kegundahan seorang Muhammad Al Fatih adalah tentang konstantinofel. Pertanyaannya, siapakah  Salahudin Al Ayyubi dan Muhammad Al Fatih itu? Jawabannya, Salahudin Al Ayyubi adalah penakluk/pembebas Palestina dan Muhammad Al Fatih adalah penakluk/pembebas konstantinofel. Keduanya merupakan orang yang berpengaruh besar dalam perkembangan sejarah umat Islam.  Lalu apakah maksud dari kisah kedua orang tersebut? Maksudnya adalah sejak usia muda, kedua orang tersebut sudah memikirkan umatnya, yaitu bagaimana masyarakat muslim pada saat itu bisa membebaskan Palestina dari pasukan salib (orang-orang nasrani) dan Konstantinofel dari genggaman kerajaan Romawi, sehingga umat islam bisa jaya. Untuk itu Ustadz Budi Ashari, Lc mengatakan, kalau kita ingin menjadi orang besar maka tergantung kegundahan kita. Dan beliau mengatakan juga, menurut ahli tafsir, bila ada orang yang meninggal karena sibuk memikirkan diri sendiri,  maka ia mati kerdil. Tapi orang besar adalah orang yang ketika meninggalnya sedang memikirkan umat, itu lah anak muda. Maka pemuda hari ini haruslah mulai memikirkan umat ini, jangan hanya memikirkan diri sendiri.
Di zaman sekarang ini, dengan segala masalah-masalah yang ada di negeri kita. Sudah seharusnya para pemudalah yang menjadi solusi bagi masalah-masalah yang ada. Karena di pundak pemudalah kejayaan negeri ini. Bangkitlah wahai pemuda !!! sehingga kau berhak disebut Generasi Pemuda Pengubah Peradaban.