Header Ads

Muntah Ketika Puasa, Batalkah ?

Muntah ketika berpuasa, batalkah?
oleh : Yuniar Ikhtiarini
Suatu hari saya sedang berpuasa sunnah senin-kamis bersama ibu saya. Setelah sahur sambil menunggu adzan subuh, ibu melakukan aktivitas biasa. Kemudian ibu menemui saya dan bertanya, “dek tadi ibu muntah-muntah sampai empat kali. Kira-kira dilanjutkan atau tidak ya puasanya?”. Kemudian saya kaget, wah sampai empat kali . Saya berpikir nanti jika ibu melanjutkan puasa takutnya malah kenapa-kenapa karena pagi saja sudah muntah dua kali. Lagipula puasa kami adalah puasa sunnah. Jadi tidak mengapa jika tidak dilaksanakan. “ibu puasanya tidak usah dilanjut dulu, takutnya kenapa-kenapa kalo dilanjut puasa. Soal hukum boleh atau tidaknya, nanti adek carikan sumbernya dulu”.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ ذَرَعَهُ قَىْءٌ وَهُوَ صَائِمٌ فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ وَإِنِ اسْتَقَاءَ فَلْيَقْضِ
“Barangsiapa yang muntah (secara tidak sengaja) sedangkan dia dalam keadaan puasa, maka tidak ada kewajiban mengqadha’ baginya. Namun apabila dia muntah (dengan sengaja), maka wajib baginya membayar qadha’.” (HR. Abu Daud, no. 2380; Ibnu Majah, no. 1676; Tirmidzi, no. 720. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Dari hadits di atas dapat disimpulkan bahwa muntah karena ketidaksengajaan, tidak dinyatakan batal dan boleh melanjutkan berpuasa. Dengan catatan bahwa yakin masih bisa melanjutkan. Jangan memaksakan diri untuk melanjutkan puasa apabila memang dalam keadaan sakit,misalnya. Kemudian puasa itu dinyatakan batal apabila muntah tersebut disebabkan dipaksakan muntah atau atalkan puasa sekaligus mewajibkan bagi pelakunya untuk mengganti puasa (wajib) yang batal tersebut.
Wallahu a’lam bi showwabb. (red)