Header Ads

Mengeluh Adalah Musibah

Mengeluh Adalah Musibah
(Oleh : M.Rasyid Ridha)
Allah swt mengingatkan kita dalam al-qur’an :
الذين إذآ اصابتهم مصيبة ،قالوآإنّالله وإنّآ إليه راجعون
“(yaitu) orang –orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata(inna lillahi wa inna ilaihi raji’un) sesungguhnya kami milik allah dan kepada-nyalah kita kembali”
{QS.Al-Baqarah[2]: 156}
Sudah jelas apa yang Allah firmankan di atas, bahwa setiap musibah, setiap cobaan, setiap ujian yang kita alami datangnya hanya dari Allah agar kita selalu bersabar kepada-Nya, serta bersyukur kepada Allah. Bukan justru mengeluh. Tidak perlu gelisah ketika menghadapi cobaan atau musibah yang menimpa kita dan bertawakallah kepada Allah dalam menghadapi ujian yang kita hadapi. Ketauhilah bahwa mengeluh adalah salah satu musibah, bahkan ia inti dibanding musibah dan kesalahan. Jika kita mengetahui zat yang menguji kita, maka musibah adalah karunia dan kebahagiaan, tidak perlu mengeluh dan banyaklah bersyukur serta yakinlah kepada Allah. Jika kita tidak ada Allah, duniamu menjadi petaka dan derita, lenyap dan fana, serta sia-sia. Mengapa kita mengeluh atas musibah yang kecil? Padahal Allah itu lebih besar kuasanya dibanding luasnya dunia, maka bertawakallah. Tersenyumlah(bersyukur) dengan sikap tawakal dalam menghadapi musibah agar musibah itu pun tersenyum dan setiap kali musibah itu tersenyum ia akan mengecil hingga akhirnya lenyap. Jika kita tertipu akan dunia, ketauhilah bahwa kebahagiaan di dunia ini adalah dengan meninggalkannnya. Jika kita beriman itu sudah cukup. Jika kita membelakangi dunia, ia akan menghapiri kita sendiri. Sadarlah bahwa setiap kita berbuat dosa, berbuat maksiat, berbuat zina, berbuat hal-hal yang tidak disukai oleh Allah, maka Allah tidak akan membalas perbuatan kita langsung, tapi akan Allah tangguhkan. Allah itu sangat baik kepada hambanya, Allah bahkan sangat sayang kepada kita. Allah ingin mengetauhi terlebih dahulu apakah hambaNya akan bertaubat atau tidak kepada-Nya. Jika dalam waktu yang lama ia tidak kunjung bertaubat maka Allah berikan musibah yang kecil, begitulah sebab kenapa Allah memberikan kita musibah.
Allas swt berfirman :
قل يا عبادي الذين أسرفوا على أنفسهم لا تقنطوا من رحمة الله
“wahai hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat allah”
Kesimpulannya adalah marilah kita bermuhasabah, renungkanlah mengapa kita merasa kurang bahagia dalam hidup kita, mengapa kita sering mengeluh tentang status, harta, nasib, keadaan, fisik, dan segala macam bentuk keluhan kita, yang sepertinya bukan pemberian dari Allah swt itu yang kurang baik, tetapi karena kita kurang bersyukur dan menjalaninya. Maka, yakinlah kepada Allah, karena kita punya Allah, yang mengampuni hambanya yang berlumur dosa jika kita mengadu kepada-Nya. Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang.(red)