Header Ads

Jangan Menyakiti Ibu

Wajahbekasi.com ---  Kata Ibu adalah goresan  nama yang memiliki banyak arti yang bersejarah di dalamnya. Ibu, kita mengetahui h semua tentang pengorbanannya,jasanya, lembutnya, dan kasih sayangnya.
Saat kita kesal atau marah padanya mereka balas dengan senyuman yang indah dan selalu mendoakan di setiap sujudnya, ya itulah ibu yang selalu kita lupakan pengorbanannya.
Sedikit bercerita tentang pengalaman ku saat ku-marah ke-ibu. Tetapi, dia membalas yang membuatku berfikir bahwa ibu tak pantas untuk kita lawan, bahkan tidak boleh menolak ketika ibu memerintahkan kita. Walaupun hanya berkata “Ah”.
Ketika hari Ahad pagi bersinar dengan senyumnya yang indah dan dibalut dengan udara yang sejuk menyertai hariku tapi tidak dengan hati yang gundah, kesal, marah dan lain sebagainya, yang menyelimuti hati serta pikiranku, aku sedang marah dengan ibuku yang tentang masalah sepele, membuat diriku marah dengan membuat rumah dan se-isinya berantakan, sampai lampu rumah pun aku pecahkan, ini saat ku kecil, mungkin begitu kemarahanku ketika itu. kemudian ku kabur dari rumah untuk belajar tanpa sepengetahuan ibuku ke sebuah tempat bimbingan belajar dengan menggunakan sepeda motor bersama dengan temanku .
Hampa, melayang fikiran ini entah kemana saat perjalananku menuju tempat bimbingan belajar, ketika berada di atas motor  tiba tiba “duarrrrrrr,, serettttttttt emmmmmmm”. pikiranku kosong menghadap ke tengah jalan dan orang menghampiriku kemudian menyingkirkan motor yang menimpa tubuhku. Ya, aku kecelakaan ketika perjalan menuju tempat bimbingan belajar tetapi tidak mengalami cidera yang parah kemudian tumbuhlah di benakku apakah ini balasan dari Allah atas apa yang ku lakukan  terhadap ibuku. Tak terasa keluarlah air dari mataku.
Setelahku balut semua luka. kemudia aku lanjutkan  perjalanan ke tempat bimbingan belajar, tapi dengan fikiran yang kacau, yang tertuju pada ibuku, sampailah aku di tempat bimbel ku yang tak jauh dari tempat kecelakaan. Kemudian masuk dan dimulailah pelajaran semua fokus untuk belajar. Berbeda dengan ku yang entah apa yang ku fikirkan belajar tak enak hati gundah dan terbesit di fikiranku. Apakah kejadian tadi adalah azab dari Allah swt? Akibat yang kulakukan pagi tadi terhadap ibuku, apakah ini azab seperti malingkundang yang di azab oleh ibunya karena telah menyakiti hati ibunya? Seketika itu air mataku mengalir untuk yang kedua kalinya.
Selesai bimbel, aku pulang ke rumah dan tak menyeritakan kejadian yang-ku alami kepada ibuku lalu melakukan aktivitas seperti biasanya. Sorepun menampakan wajahnya dan terdengarah suara azdan yang terdengar di telingaku ,terasa indah dan merdu dan bergegaslah ku untuk melaksanakan shalat magrib, shalat pun telalah kuselesaikan, lalu aku melihat ibu yang sedang berdoa dengan khusu’nya lalu aku hampiri dia, ku ambil tangannya kemudian ku menangis di hadapannya dan meminta maaf atas apa yang telah kuakukan selama ini.
Alhamdulillah hariku lega setelah ku ceritakan semuanya ini di mana titikku untuk tidak berlaku kasar lagi kepada orang tuaku.
Semoga berfanfaat cerita yang singkat ini dan kuberpesan kepada yang membaca dan khususnya untuk ku supaya tidak melakukan hal seperti itu lagi. kemudian lakukan lah hari harimu dengan baik, lakukanlah yang terbaik untuk ke dua orang tuamu selagi masih ada dan jangan sia sia kan mereka karena doa ibu itu sangat bermanfaat untuk kita karena ridho Allah terletak pada ridho orang tua.di tulis oleh Miqdad syaifurrahman mahasiswa stei Stebi . (red)