Header Ads

Bohong Pangkal Maksiat

BOHONG PANGKAL MAKSIAT
Alkisah tentang seorang pemuda yang ingin masuk agama islam. Ia pun mendatangi Rasulullah SAW dan menyampaikan keinginannya. Rasulullah pun membimbingnya untuk mengikrarkan kalimat syahadatain. Setelah itu, pemuda tersebut berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku ingin berkomitmen untuk meninggalkan semua perbuatan yang menyebabkan dosa”. Rasululllah bertanya kepadanya, “Apakah kamu dapat berjanji untu meninggalkan kebohongan?”. Pemuda itu pun menjawab dengan lantang, “Ya! Saya berjanji”. Setelah perjanjian, pemuda itu pun kembali ke rumahnya. Dalam hati ia berkata, “Betapa ringannya permintaan Rasulullah kepadaku, hanya meninggalkan kebohongan”.
​Suatu ketika, pemuda itu berniat ingin mencuri. Namun ia teringat dengan janji yang telah diucapkannya kepada Rasulullah. Ia berfikir, “Jika aku mencuri dan Rasulullah mengetahuinya lalu bertanya kepadaku, bagaimana aku bisa menjawabnya? Jika aku jujur telah mencuri, sudah pasti aku akan mendapatan hukuman atas perbuatanku. Tapi jika aku berbohong, aku telah berjanji kepada Rasulullah untuk meninggalkan kebohongan”. Setelah berpikir panjang, akhirnya pemuda itupun mengurungkan niat buruknya.
​Begitupula saat niat berbuat buruk lainnya datang. Ia selalu teringat janjinya untuk meninggalkan kebohongan kepada Rasulullah. Hingga akhirnya ia sadar dan meninggalkan segala perbuatan buruk. Ia berhasil menepati janjinya, dan juga berhasil dalam komitmennya untuk berhenti berbuat dosa. Ia pun menjadi orang yang terpercaya pada zamannya.
​Rasulullah bersabda, “Wajib atasmu berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan itu membawa ke surga. Dan terus menerus seseorang berlaku jujur dan memilih kejujuran sehingga dicatat di sisi Allah sebagai seorang yang jujur. Dan jauhkanlah dirimu dari berbohong, karena sesungguhnya berbohong itu membawa kepada kedurhakaan, dan sesungguhnya kedurhakaan itu membawa ke neraka. Dan terus menerus seseorang berbohong dan memilih kebohongan sehingga  dicatat di sisi Allah sebagai seorng yang pembohong. (HR. Muslim)
​Kisah diatas merupakan teladan yang tepat dengan hadist Rasullullah. Berawal dari janji untuk meninggalkan kebohongan, ia pun mulai meninggalkan satu-persatu maksiat. Karena kebohongan merupakan awal mula segala dosa dan kemaksiatan. Meninggalkan kebohongan berarti meninggalkan pua dosa dan maksiat. Begitupula dengan kita. Sebagai seorang muslim yang baik, pasti ingin dijauhi dari segala perbuatan dosa. Inilah salah satu caranya, tinggalkan kebohongan. Hakikatnya, kebohongan hanya akan menyelamatkan kita sementara, namun memberi petaka selamanya. Sebaliknya jika kita berkata jujur. Mungkin diawal terasa pahit, tapi ketahuilah bahwa akan ada kenikmatan tersendiri setelahnya. Semoga kita semua selalu dalam perlindungan Allah SWT.
Ditulis oleh Finia Salwanisa, Mahasiswi STEI SEBI.