Header Ads

Berkahkah Ilmu Kita

Berkahkah  ilmu kita.....?

Oleh: Fatimah Azzahrah (mahasiswa STEI SEBI)

            “Ilmu” adalah satu kata yang sarat akan makna, kata yang
tidak hanya dikaitkan dengan kaum intelektual saja, tetepi juga hal
yang menjadi tolak  ukur penting setiap manusia. Sedari kecil kita
telah kenal dengan kata ini, kata yang bisa membuat seseorang
berekspektasi tenteng masa depannya. Banyak cara yang dilakukan
manusia untuk meraihnya, mulai dari menuntut, mencari, menimba,
menggali dan lain sebagainya. Namun yakinkah cara kita dalam mencari
ilmu itu sudah benar? Yakinkah kita bahwa ilmu yang kita tuntut akan
mendatangkan keberkahan bagi diri kita atau malah  melahirkan mudharat
bagi diri dan orang lain? Nah menilik dari pertanyaan -pertanyaan
tersebut, penulis akan berbagi tips “kiat-kiat menuntut ilmu secara
benar”:

1.      Meluruskan dan selalu memperbaharui niat.

Niat merupakan hal yang urgent untuk melaksanakan aktivitas apapun,
karna niat menjadi acuan atas tindakan-tindakan yang kita hasilkan.
Maka dari itu kita harus meluruskan niat, jangan sampai tindakan yang
kita lakukan hanya  mengacu  pada niat duniawi saja, hingga melupakan
ukhrawi yang  jelas-jelas merupakan puncak niat yang hakiki. manusia
tak lepas dari khilaf dan salah, oleh sebab itu memperbaharui niat
adalah hal yang diharuskan, agar kemurnian dan dasar dari niat itu
tetap terjaga.

2.      Berdo’a.

Merupakan hal yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT dalam
firman-Nya:”.........dan katakanlah: ya tuhanku, tambahkanlah kepadaku
ilmu pengetahuan.” (QS:Thaha, 114).

Do’a merupakan pengingat akan harapan-harapan  yang telah  kita
rancang, dan agar kita tidak terlena oleh hal-hal yang melalaikan kita
dari tujuan kita

3.      Bersungguh-sungguh.

“..........kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad
(bersungguh-sungguh),maka bertawakallah kepada Allah,sesungguhnya
Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”

4.      Tidak sombong dan menjauhi kemalasan.

Telah jelas sekali bahwaa sombong merupakan akhlak syaithan yang
secara jelas diterangkan oleh Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 34.
Sedangkan  malas merupakan trik dari syaithan  itu sendiri untuk
melalaikan manusia dari tujuan-tujuan  yang telah diniatkan.

5.      Ikhlas karena Allah SWT.

Semua ilmu berasal dari Allah SWT. Maka dari itu semua yang kita
lakukan harus berlandaskan keikhlasan kepada sang pemilik ilmu. Rasul
SAW bersabda:”barangsiapa yang menun tut ilmu yang berkaitan dengan
Allah tetapi dengan maksud mencari dunia, maka ia tidak akan mencium
bau syurga.”(HR Bukhari).

6.      Mengamalkan ilmu.

Sebuah  ilmu hanya akan berjalan ditempat jika tidak kita amalkan dan
mengajarkannya. Sebagaimana pepatah arab mengatakan “ilmu yang tidak
diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah “.

7.      Continue(terus-menerus).

Jangan merasa puas dengan ilmu yang telah  kita peroleh, karna
sejatinya  menuntut ilmu itu dari ayunan hingga liang lahat.

            Begitulah kira-kira kiat-kiat yang diajarkan oleh  islam
agar ilmu yang kita cari tidak hanya mengantarkankita pada kesuksesan
dunia saja, tetapi juga kesuksesan akhirat. Karna sejatinya ilmu yang
diridhai oleh Allah SWT akan mengantarkan kita kepada dua kesuksesan
tersebut,yaitu sukses dunia dan akhirat.