Header Ads

Hari Jadi Kota Bekasi Ust.Mahfudz
  • Terbaru

    KHB Sukses Gelar Diskusi Publik Sejarah Candi Jiwa, Tarumanagara dan Bekasi

    KHB Sukses Gelar Diskusi Publik Sejarah Candi Jiwa, Tarumanagara dan Bekasi

    Jumat malam 26 Januari 2018 teras Gedung Juang 45 Tambun dipenuhi masyarakat dari berbagai kalangan. Sekitar 200an hadirin dari berbagai organisasi duduk bersama mendengarkan para nara sumber dalam acara diskusi publik "Sejarah Candi Jiwa, Tarumanagara dan Bekasi" yang digagas Komunitas Historika Bekasi.

    Hadir sebagai nara sumber dalam diskusi publik ini antara lain Endra Kusnawan (Penulis Buku Sejarah Bekasi Sejak Peradaban Buni Ampe Wayah Gini), dari Komunitas Historika Bekasi, Asep R Sundapura (Penulis buku Membongkar Sejarah Karawang), Okki Jusuf Judanegara (Penulis buku The King’s Code, Pesan Raja Agung Purnawarman), Cepi Kusumah, Ph.D (Budayawan Bekasi) dan Daeng Muhammad (Budayawan yang juga anggota DPR RI) serta nara sumber lainnya dengan moderator Romi Oktaviansyah dari Saung Tunjung Tarumanagara.

    KHB Sukses Gelar Diskusi Publik Sejarah Candi Jiwa, Tarumanagara dan Bekasi

    Diskusi publik ini juga merupakan rangkaian dari agenda kegiatan tour sejarah ke Candi Jiwa Batujaya Karawang pada 4 Februari 2018 nanti. Namun demikian diskusi publik ini dilaksanakan secara terbuka dan gratis, siapa saja dapat hadir dan mengikuti acara ini tanpa dipungut biaya.

    KHB Sukses Gelar Diskusi Publik Sejarah Candi Jiwa, Tarumanagara dan Bekasi
    Nasrio Chevi penggiat seni budaya Bekasi SBR Gabus Desa Wisata
    Nasrio Chevi Macho, seorang penggiat budaya dan kesenian Bekasi berharap agar diskusi publik yang digelar di Gedung Juang ini dapat menambah wawasan tentang sejarah Bekasi, Tarumanagara dan Candi Jiwa, sehingga warga Bekasi akan semakin bangga terhadap tanah kelahirannya dan mencintai kearifan lokal yang ada di daerahnya.

    "Semoga dengan adanya acara ini kita semua pada punya kecintaan ama kampung dan wilayahnya dewek, biar pada idep ama kearifan lokal dari orang tua kita" ujarnya dengan logat Bahasa Bekasi yang kental.

    "Kalo gak kenal ama sejarah, budaya dan seni Bekasi gimana mau cinta? pan katanya mah "tak kenal maka tak sayang", kudu kenal dulu baru sayang" lanjut penggerak komunitas Silaturahim Bekasi Raya (SBR) dan Gabus Desa Wisata ini. [bisot]

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad


    Post Bottom Ad