Header Ads

Gerakan Pramuka Bekasi Barat Dan Yakesma Bekasi Gelar pelatihan Mengurus Jenazah

Kota Bekasi ----- Wajahbekasi. Com , Tak biasanya pramuka mengikuti pelatihan pengurusan jenazah,  Senin (15/01)  , biasanya pramuka identik dengan lomba baris berbaris,  lomba smaphore dan kegiatan SAKA maupun wide game.  Lain halnya dengan pramuka di wilayah Bekasi Barat mereka membuat kegiatan baru yaitu kursus mengurus jenazah dan bagi pramuka tak lagi menjadi perkara yang menakutkan. 

Tiap peserta ini dibekali dengan teori dan praktik fikih jenazah. Hal ini diberikan melalui pelatihan intensif selama dua hari oleh lembaga amil zakat YAKESMA divisi ambulance Bekasi. 

Hari pertama pelatihan, materi disampaikan oleh ustaz. Rahmat Malik Tak hanya soal proses pengurusan jenazah, tetapi juga mencakup tuntunan serta doa menghadapi mereka yang tengan sakratul maut.

Selain itu, tata cara membuat baju, tali, kuncup, hingga jilbab untuk mayit perempuan juga diberikan kepada peserta. Termasuk melipat rambut perempuan yang panjang. 

Praktik difokuskan pada hari kedua. Media jenazahnya menggunakan boneka dan salah satu dari anggota yg rela menjadi bahan praktek .

Lebih lanjut rahmat malik ketua divisi ambulance Yakesma Bekasi yg juga seorang pemerhati budaya bekasi mengatakan minimal pelatihan ini bisa dipraktikkan ketika ada saudara terdekat meninggal dunia. Daripada menyerahkan pengurusan kepada orang lain, lebih utama saudara-saudara semahram yang melakukannya. 

“Tindakan tersebut adalah tanda bakti terakhir terhadap almarhum atau almarhumah tercinta. Jika diurus saudara sendiri dijamin ikhlas dan penuh kasih sayang,” katanya.

Asih ( 35 ) Salah seorang pembina pramuka selaku kordinator panitia kegiatan ketika di wawancarai wajahbekasi. Com di lokasi acara di masjid Al Ikhkas ciketing mustika jaya kota bekasi mengatakan ,"  layaknya orang hidup, si mayit juga memiliki rasa malu. Mereka yang meninggal pasti tidak mau terungkap aibnya akibat dimandikan oleh orang lain. Apalagi, menjadi tontonan tetangga atau lingkungan. 

Inilah, urgensi jenazah dimandikan oleh kerabat yang memiliki mahram. Jenazah pria yang mengurus saudara-saudara yang pria. Sebaliknya, jika yang meninggal perempuan, ibu, anak-anak, atau saudara-saudara perempuan yang mengurusnya.

Surif Humas Yakesma Divisi Ambullance Bekasi menyebutkan, peserta pelatihan berjumlah 34 orang, pihaknya kembali akan menggelar pelatihan serupa pada setiap bulan dengan mencoba berbagai macam komunitas bikan hanya pramuka saja tapi kami akan Mencoba memberikan pelatihan kepada semua warga khusunya warga bekasi .

Dari rangkaian pelatihan mengurus jenazah tersebut,  alvian  ( 17) salah seorang peserta , banyak sekali manfaatnya. “Minimal mengingatkan kita akan kematian yang pasti kita alami juga.” ( red)

Tidak ada komentar