Header Ads

Hari Jadi Kota Bekasi Ust.Mahfudz
  • Terbaru

    Rahmat Malik pemerhati budaya Bekasi komentari pilkada kota bekasi

    Mustika jaya  -----  wajahbekasi. Com  , Pemilihan walikota dan wakil wali kota bekasi sebentar lagi mendapat sorotan khusus dari pemerhati budaya bekasi H Rahmat Malik S. Sos,   hiruk pikuknya mulai terasa  gencar  Beberapa calon wallikota yang di usung partai politik, baik yang baru didirikan maupun yang sudah lama ada akan bersaing untuk memperebutkan dukungan masyarakat, termasuk salah satunya  pegiat budaya bekasi .

    Hampir setiap kegiatan pemilihan wali kota peran pegiat budaya bekasi cukup mendominasi, bahkan ada yang melampaui 90 persen dari keseluruhan masa yang hadir dalam kampanye. Ketika juru kampanye meneriakan yel ataupun jargon parpolnya, sambutan pelestari budaya tampak begitu semarak sekali.

    Lebih lanjut rahmat malik mengatakan Tak dapat dipungkiri, dukungan pelestari budaya dalam setiap pemilu tak pernah surut. Tidak saja di bekasi , di setiap daerah manapun partisipasi budayawan dalam pemilu selalu dominan. Yang menjadi pertanyaannya adalah apakah animo  pelestari budaya terhadap politik pilkada ini sudah di kabulkan segala aspirasinya oleh pemenang pilkada yang lalu?

    Pemilihan wali kota bekasi merupakan ajang pesta demokrasi rakyat, digelar setiap lima tahun sekali. Tentu saja banyak pelestari budaya memiliki hak pilih Lantas ke Siapakah  sebagian besar pelestari budaya bekasi menyalurkan aspirasinya. Nah, hal inilah yang perlu digarap secara cermat oleh setiap cawalkot kota bekasi , Jumlah suara pegiat budaya itu luar biasa di kota bekasi baik sanggar, padepokan, perguruan silat, komunitas budaya dan lain - lain .

    Belajar dari massa pilkada yang lalu ayah beranak 3 yang besok akan mencalonkan ketua IPSI kota bekasi ini mengatakan " pilkada yang berlangsung beberapa tahun lalu , tentu saja setiap Calon akan beradu jurus atau strategi untuk memperoleh dukungan pegiat dan peleatari budaya . Ada yang memasang jurus klasik, umpamanya dengan penawaran program yang menyangkut kepentingan masyarakat namun porsi untuk pagiat budaya amat sedikit  seperti tuntutan para pelestari sejarah budaya bekasi yang ingin memiliki ruang ekspresi seni,  museum, pentas dan lain -lain nya .

    Lebih lanjut Bang Malik nama panggilan beliau mengatakan " para pelestari silat, budayawan dan pegiat seni bekasi memang terlihat nyentrik dari oakaian oangsinya, mereka identik dengan gairah, semangat, demokrasi dan keterbukaan. mereka ( pegiat budaya)  tak menyukai segala sesuatu yang loyo dan muluk-muluk,  mereka amat menyukai realita. Dengan demikian, salah satu “jurus” untuk meraih dukungan pemuda dalam Pilkada kota bekasi ialah dengan menawarkan keterbukaan, program yang tidak muluk-muluk serta realistis.

    Sudah sewajarkan keikutsertaan pegiat budaya dan pelestari seni bekasi tidak disia-siakan, apalagi yang lebih miris ketika musim politik saja mereka di rangkul namun setelah mendapatkan kekuasaan mereka di tinggal mentah -mentah.

    Pemilihan walikota dan wakil walikota harus dijadikan ajang untuk mendidik dan memberikan apa yang menjafi kebutuhan mereka seperti, panggung tampilan budaya,  museum,  gedung kesenian dan lain - lain  ,  kerjasama dan kekompakan, terutama untuk menggelar pesta demokrasi yang bersih, termasuk menumbuhkembangkan kesadaran berbangsa dan bernegara bagi kalangan pelestari dan pegiat seni budaya Jangan sampai peran mereka dalam pemilu pilkada hanya ikut-ikutan saja . (red)

    Tidak ada komentar