Header Ads

Hari Jadi Kota Bekasi Ust.Mahfudz
  • Terbaru

    Geger Penemuan Mayat di Kayu ringin

    BEKASI – wajahbekasi. Com  ,Penemuan mayat yang diketahui bernama Tri Herlambang (35), mengegerkan warga Jl. Gabus Raya, RT 02.RW 07, Kelurahan Kayuringin, Bekasi Selatan, Kamis (9/11). Mayat Tri kali pertama diketemukan oleh saksi mata yang juga penjaga warung kopi di sekitar lokasi penemuan mayat bernama Redy (24).

    "Saya mencium bau busuk, kirain bangkai tikus. Setelah ditelusuri, bau tersebut berasal dari kosan. Karena curiga, saya lapor kepada penanggungjawab setempat dan pihak kepolisian, ternyata ditemukan korban laki-laki dengan kondisi sudah hitam, sekujur tubuhnya bengkak dan memar pada pukul 10.00 pagi tadi," jelas Redy kepada wajahbekasi.com, Kamis (9/11).

    Dikonfirmasi mengenai hal ini, pengelola kost tempat mayat Tri Herlambang ditemukan mengamini keterangan Redy, sekaligus mengonfirmasi mengenai posisinya sebagai penanggung jawab kostan tersebut. “Yang pertama melihat tukang kopi pada pukul 10.00 pagi melapor pihak RT dan saya sebagai penanggungjawab kostan,” ujar Danil (37) yang rumah kost yang dikelolanya berlokasi Jl. Gabus Raya  Kosan No. 197, RT 02/07, Kelurahan Kayuringin, Bekasi Selatan. 

    Menurut Danil, tidak ada motif apapun dengan korban. Apalagi, jika dilihat dari balik tirai korban mengalami bengkak, memar dan berwana hitam. Namun, belum jelas penyebabnya karena sakit atau motif apa pun. "Belum jelas penyebabnya karena apa karena belum diidentifikasi masih ditelusuri oleh pihak kepolisian," kata Danil.

    Dijelaskan Danil, sehari-hari korban TH ini bekerja sebagai karyawan Bank DKI. Usianya saat ini sekitar 35 tahun, lahir di Lampung. Sebelumnya, korban tinggal di Sukabumi karena saat itu berdasarkan cerita korban pernah tinggal bersama orangtua di Sukabumi. Orangtua korban diketahui warga asli Sukabumi.

    "Sehari-hari sikap korban dinilai baik, tapi untuk ngobrol dengan tetangga hanya sekadarnya saja, karena ketika pulang dan sampai kostan selalu tengah malam. Sehingga jika pulang langsung tidur dan besoknya kembali menjalankan aktivitasnya untuk kerja, seperti normalnya kebanyakan orang," paparnya.

    Diketahui korban baru kost selama tiga bulan di Kelurahan Kayuringin. Kasus penemuan mayat ini kini ditangani oleh Polsek Bekasi Selatan untuk penyelidikan lebih lanjut.

    Penemuan mayat yang diketahui bernama Tri Herlambang (35), mengegerkan warga Jl. Gabus Raya, RT 02.RW 07, Kelurahan Kayuringin, Bekasi Selatan, Kamis (9/11). Mayat Tri kali pertama diketemukan oleh saksi mata yang juga penjaga warung kopi di sekitar lokasi penemuan mayat bernama Redy (24).

    "Saya mencium bau busuk, kirain bangkai tikus. Setelah ditelusuri, bau tersebut berasal dari kostan. Karena curiga, saya lapor kepada penanggungjawab setempat dan pihak kepolisian, ternyata ditemukan korban laki-laki dengan kondisi sudah hitam, sekujur tubuhnya bengkak dan memar pada pukul 10.00 pagi tadi," jelas Redy kepada Infonitas.com, Kamis (9/11).

    Dikonfirmasi mengenai hal ini, pengelola kost tempat mayat Tri Herlambang ditemukan mengamini keterangan Redy, sekaligus mengonfirmasi mengenai posisinya sebagai penanggung jawab kostan tersebut. “Yang pertama melihat tukang kopi pada pukul 10.00 pagi melapor pihak RT dan saya sebagai penanggungjawab kostan,” ujar Danil (37) yang rumah kost yang dikelolanya berlokasi Jl. Gabus Raya  Kosan No. 197, RT 02/07, Kelurahan Kayuringin, Bekasi Selatan. 

    Menurut Danil, tidak ada motif apapun dengan korban. Apalagi, jika dilihat dari balik tirai korban mengalami bengkak, memar dan berwana hitam. Namun, belum jelas penyebabnya karena sakit atau motif apa pun. "Belum jelas penyebabnya karena apa karena belum diidentifikasi masih ditelusuri oleh pihak kepolisian," kata Danil.

    Dijelaskan Danil, sehari-hari korban TH ini bekerja sebagai karyawan Bank DKI. Usianya saat ini sekitar 35 tahun, lahir di Lampung. Sebelumnya, korban tinggal di Sukabumi karena saat itu berdasarkan cerita korban pernah tinggal bersama orangtua di Sukabumi. Orangtua korban diketahui warga asli Sukabumi.

    "Sehari-hari sikap korban dinilai baik, tapi untuk ngobrol dengan tetangga hanya sekadarnya saja, karena ketika pulang dan sampai kostan selalu tengah malam. Sehingga jika pulang langsung tidur dan besoknya kembali menjalankan aktivitasnya untuk kerja, seperti normalnya kebanyakan orang," paparnya.

    Diketahui korban baru kost selama tiga bulan di Kelurahan Kayuringin. Kasus penemuan mayat ini kini ditangani oleh Polsek Bekasi Selatan untuk penyelidikan lebih lanjut.

    Tidak ada komentar