Header Ads

Mengenal Pramuka Attaqwa Ujung Harapan

Pramuka Attaqwa diresmikan kelembagaannya pada tahun 1976 dalam suatu acara yang cukup sensasional dimana guru - guru Attaqwa seperti Alm. KH. A. Tajuddin AM, Ust. H. A. Rofi’ie AR, Ust. H. A. Rosyidi HS, Ust. M. Natsir, Alm. KH. Abdullah ( Karang tengah ) dan lain-lain, turut dalam barisan upacara dengan atribut seadanya.

Sejak itu antara Pramuka dan Attaqwa bagaikan kisa dengan tutupnya karena kehadiran Pramuka kian melengkapi dan menyemarakkan kegiatan - kegiatan dilingkungan Attaqwa.

Ada satu hal penting yang perlu dicatat dari peristiwa bersejarah itu bahwa Pramuka Attaqwa diperlukan sebagai Gugus Depan Istimewa dengan nomor register 181 – 182. struktur organisasinya tidak berada di bawah Kwartir Ranting Babelan, melainkan langsung di bawah Kwartir Cabang Bekasi. 

Tidak hanya nomor kramat yang diberikan oleh Kwartir Cabang, akan tetapi juga kesempatan untuk mengikuti event-event nasional dan internasional. Sering Pramuka Attaqwa diundang untuk mengikuti jambore Nasional, perkemahan Wirakarya, Muspanitra, Mahir Dasar, Parade Senja, lomba melukis perserikatan Bangsa-Bangsa, dan lain-lain. Dan mereka yang diutus bukan Cuma sekedar bisa pasang aksi. Kerap mereka memboyong sejumlah penghargaan karena keluar sebagai juara. Untuk wilayah Bekasi Pramuka Attaqwa memang punya reputasi baik, dan kelebihan ini hanya dapat disaingi oleh para Pembina kawakan di Kwartir Cabang. 

Bumbu apa sih yang dicampurkan ke dalam Pramuka Attaqwa sehingga Pramuka yang jika di tempat lain biasa - biasa saja di Attaqwa menjadi menu yang sangat istimewa ? Bumbunya tidak lain adalah Islam. Dengan Islam Pramuka Attaqwa mengharuskan aggotanya yang putri mengenakan jilbab. Dengan Islam Pramuka Attaqwa mewarnai kegiatan-kegiatan Pramuka baik di dalam kandang maupun di saat bertandang.

Dengan Islam pula Pramuka Attaqwa dikenal sebagai sekelompok orang muda yang rajin menunaikan sholat lima waktu kendati tengah berada di puncak Gunung Gede atau Gunung Pangrango.
Bahwa Pramuka bukan sekedar kepanduan biasa juga menjadi ciri Pramuka Attaqwa. Kesepuluh Janji Pramuka dihidupkan dengan semangat keisalaman yang kental. Maka jadilah Pramuka sarana membentuk kepemimpinan, spirit kebersamaan dan pemacu prestasi dalam belajar. Mereka yang aktif di kepramukaan sudah barang tentu aktif pula di kelas dan forum-forum pendidikan ekstra. 

Bentuk pembinaan yang sama juga dikembangkan oleh gudep-gudep Cabang Attaqwa. Ikatan batin mereka dengan pusat yang sudah terjalin sekian lama berperan penting dalam menyerap prinsip dan metode latihan kepramukan.

Kesamaan langkah itu semakin dipererat dengan adanya kegiatan-kegiatan dimana antara Pembina dan anak asuh bisa bertukar pikiran dan berbagi pengalaman. Setiap tahun minimal ada dua jenis perkemahan diselenggarakan. Pertama, Jambore Attaqwa (dulu Pekan Isro-Mi’roj). Peserta perkemahan ini adalah Gudep Attaqwa Pusat dan semua utusan gudep-gudep Cabang. Perkemahan diselenggarakan menjelang peringatan Isro-Mi’roj di Pondok Pesantren Attaqwa Putri selama empat hari.

Dalam perkemahan diselenggarakan. Pertama, jambore Attaqwa (dulu pekan isro-mi’roj).Pesera perkemahan ini adalah Gudep Attaqwa Pusat dan semua utusan gudep-gudep Cabang . Pekemahan diselenggarakan menjelang Peringatan Isro Mi’roj di Pondok Pesantren Attaqwa putri selama empat hari. Dalam perkemahan ini diadakan bermacam-macam perlombaan pengetahuan umum dan ketrerampilan dengan motto : Not Two Win, But to take part (Bukan untuk menang, tetapi untuk ambil bagian ). 
Kedua, Persami (Perkemahan Sabtu – Minggu) atau Perjusami (Perkemahan Jum’at – Sabtu – Minggu). Biasanya diselenggarakan pada saat pelantikan, pembukaan atau penutup latihan Pramuka, Pesertanya pun terbatas pada gudep-gudep yang pangkalannya berdekatan.

Dalam acara tersebut juga diadakan perlombaan-perlombaan pengetahuan umum dan ketrampilan. 
Semua kegiatan di atas tentu saja membutuhkan manajemen pengelolaan yang baik. Tanpa adanya pengalaman di bidang kepramukaan akan sulit sekali dapat dilaksanakan. Untuk itu Pramuka Attaqwa senantiasa mengirim duta-dutanya mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan oleh Kwartir Ranting dan Kwartir Cabang.

Semakin banyak pengalaman yang diperoleh maka akan semakin baik pula kemampuan dalam mengelola ,kegiatan-kegiatan kepramukaan di Attaqwa. 
Lalu bagaimana dengan peranan Pramuka Attaqwa di masyarakat? Mereka juga aktif mengikuti kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. Misalnya, untuk lebih memahami keadaan suatu daerah dan masyarakatnya Pramuka Attaqwa mengikutsertakan anggotanya dalam kegiatan ’hiking rally’, bakti sosial atau ‘long march’. Dari situ mereka bisa belajar, dan bila sewaktu-waktu berada kembali di rute yang mereka lalui dulu mereka tidak akan canggung lagi menghadapi masyarakatnya.

Dalam tiga puluh dua tahun pelajarannya memang banyak kemajuan yang telah dicapai oleh Pramuka Attaqwa, terutama bila melihat kepada mutu latihan dan antusias anggota terhadap kegiatan kepramukan. Mungkin dibekasi hanya di Attaqwa saja ada pemandangan serba pramuka terutama pada hari jum’at dan sabtu. Mereka berbondong-bondong masuk pramuka untuk merasakan langsung bagaimana rasanya menjadi ‘tentara cilik’. Di Gugus depan ini, yang sekaranag menyandang nomor registrasi baru 0581-0582,kepramukaan telah menjadi bagian dari kehidupan santri. Mereka percaya bahwa ilmu yang satu ini sangat berguna bila mereka sudah kembali kemasyarakat.

Tentu kita sudah sepakat,semua generasi harus menjaga dan meningkatkan mutu Pramuka Attaqwa,oleh karena itu ini adalah wahana “kemah wisata”kami mencoba kembali mengaktualisasikan Pramuka Attaqwa . (web attaqwa/ red)