Header Ads

Hari Jadi Kota Bekasi Ust.Mahfudz
  • Terbaru

    Unit Pembangkitan Muara Tawar Tanam 6.000 Mangrove di Pesisir Bekasi

    Unit Pembangkitan Muara Tawar Tanam 6.000 Mangrove di Pesisir Bekasi

    Unit Pembangkitan (UP) Muara Tawar berkomitmen menghijaukan pesisir Bekasi melalui kegiatan konservasi mangrove. Upaya tersebut sebagai dukungan bagi terwujudnya kawasan ekowisata yang dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Secara berkesinambungan UP Muara Tawar melakukan penanaman mangrove dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat sekitar.

    Pada moment memperingati HUT RI Ke-72, UP Muara Tawar kembali melakukan penanaman 6.000 bibit mangrove di pesisir Bekasi. Seribu bibit ditanam hari ini Kamis (31/8) pada area Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Tarumajaya, Kampung Paljaya, Desa Segaraja, Kecamatan Tarumajaya, Bekasi. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari penanaman pohon yang telah dilakukan pada pesisir Pantai Bungin.

    Penanaman mangrove di pesisir Pantai Bungin dilaksanakan pada Rabu (23/8) dan melibatkan unsur dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bekasi, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Putra Samudera Pantai Bakti, serta elemen masyarakat Kampung Bungin. Turut Hadir dalam kegiatan tersebut, Syareat A, Manager Pemeliharan didampingi Catur Budi Prasetyo Supervisior CSR dan Awang Asmoro Humas PT PJB UP Muara Tawar.

    “Ada sekitar 5.000 batang bibit mangrove jenis bakau (Rhizophora spp) yang kita tanam melalui program CSR PJB Muara Tawar. Pemeliharaannya kita percayakan kepada Kelompok Windu Bakti yang ada di Desa Pantai Bakti,” kata, Catur Budi Prasetyo.

    Ditambahkan Catur, dirinya merasa bangga dapat bersinergi bersama masyarakat Muaragembong dalam kegiatan ini, bersama-sama peduli kelestarian hutan mangrove untuk anak cucu nanti. Kami percaya bahwa konservasi keanekaragaman memungkinkan manusia untuk hidup berdampingan dan mendukung keberlanjutan dari ekosistem yang disediakan oleh alam, kata dia.

    Di tempat yang sama, Nasim (40), warga Kampung Bungin mengatakan, ekosistem hutan bakau di wilayah Pesisir Muaragembong, khususnya Kampung Bungin dalam kondisi rusak parah. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya abrasi yang terus berkelanjutan.

    Nasim menuturkan bahwa hutan bakau dikenal sebagai “awal kehidupan” d imana pohon itu mampu membawa keanekaragaman hayati dan membuatnya menjadi sumber ekonomi kerakyatan. Pohon bakau juga berfungsi sebagai pemecah ombak alami, selain untuk menyerap karbon dioksida dan dapat mengurangi polusi udara” tuturnya.

    “Dengan seringnya kegiatan penanaman mangrove yang dilakukan oleh banyak perusahaan, mahasiswa, NGO dan komunitas lainnya di sepanjang pesisir muaragembong, kedepan akan berdampak positif pada lestarinya sabuk hijau pesisir di Muaragembong ,” pungkasnya. (awg) - www.ptpjb.com

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad


    Post Bottom Ad