Header Ads

Milad 3 Wajah Bekasi

Sabtu, 3 September 2017 Wajah bekasi merayakan Hari jadinya yang ke 3 tahun di Rumah Pelangi Beksi. Seperti namanya wajah bekasi memperlihatkan wajah bekasi dari beragam sejarah, seni dan budaya. Acara resmi dibuka oleh Kong Guntur Elmogas, peraih rekor muri. Acara Dibagi dalam dua sesi.

milad-3-wajah-bekasi-rumah-pelangi

Sesi pertama Dalam sambutannya kong guntur mengatakan "Engkong salut banget sama idealisme media wajah bekasi, semoga media wajah bekasi bisa menjadi contoh untuk media lain yang mau mengangkat ragam seni dan budaya di bekasi, semiga wajah bekasi semakin sukses".

Dilanjutkan sambutan dari Jamaludin SH, selaku pembina di Rumah Pelangi yang mengatakan "Rumah pelangi bisa sampai sebesar ini karena adanya bantuan dari teman-teman media, oleh karena itu dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan yang sebesar-besarnya pada semua teman-teman wartawan yang turut hadir dalam acara ini, terkhusus bang are dan kawan-kawan".

Acara dilanjutkan dengan bedah Foto Jurnalistik oleh Deny Ahmad Furqon bersama Bisot yang membawakan materi Citizen Jornalism. Bisot sebelum menutup acara mengatakan "Siapapun anda bisa menjadi citizen jurnalism, tidak ada syarat tertentu cukup dengan gadget yang kita gunakan sehari-hari untuk membuat suatu berita dan foto peristiwanya".

Semakin sore semakin banyak komunitas yang hadir mewakili dari beragam komunitas dintaranya ada Komunitas Fotografer Stylus, Bekasi Foto, Berita Bekasi, Liwasi (Lintas Wartawan Bekasi), TBM Rumah Warna Bekasi, Forkabek (Forsa Kabupaten Bekasi), Perpustakaan Jalanan Bekasi, Komunitas Historia Bekasi, PS Cinong Bekasi, Sanggar Melati Laskar Betawi Bekasi, Silaturahim Bekasi Raya, Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Korwil Bekasi, Suckit Stuff, Jurnal Katulistiwa, Si Abang (Babelan), Gerakan Moral Silaturahim Pelestari Silat Budaya Betawi Bekasi, Paguyuban Pemangku Seni dan Budaya Bekasi (PANGSI), Padepokan Pendekar Sumur Tujuh Kranji, Babelan Boy Community (BBC), Saka Bhayangkara Polsek Babelan, Sarang Kumpul Relawan (Sangkur), RR 1803 Rukun Remaja RT.18 RW 03 Babelan Kota dan lainnya.

Acara dilanjutkan dengan menggelar makan malam bersama dengan diselingi hiburan dari Tarian anak-anak binaan rumah pelangi bekasi, Dangdutan dan Stand up komedi dari crew wajah bekasi yang membuat perut para hadirin terkocok.

Dilanjutkan dengan memasuki sesi kedua, dimana acara ini menjadi acara puncak pada perayaan Hut Wajah Bekasi dengan mengupas sejarah dan budaya Bekasi yang memperlihatkan pada hadirin wajah bekasi yang sesungguhnya. Materi ini dibawakan oleh Endra Kusnawan, Jamaludin SH dan H. Rahmat Malik.

Endra kusnawan dalam dialognya mengatakan bahwa "Peradaban Bekasi telah dimulai sejak Kerajaan Tarumanagara, dimana bekasi sebagai pusat pelabuhan banyak pedagang datang dari berbagai negara. Bukan tidak mungkin leluhur kita bukan asli sini tak heran  orang bekasi memiliki wajah seperti bang jamal" 

"Dulu di Bekasi bagian pesisir menjadi wilayah yang sangat maju kemungkinan besar sejarah akan terulang walaupun saat ini situasi dan kondisi perkembangan pembangunan Bekasi di bagian pesisir tampaknya lebih lambat dibandingkan dengan pembangunan di wilayah selatan", ujar Endra Kusnawan penulis buku sejarah bekasi.

Dialog ini juga kerap mendapat tanggapan dari hadirin, Bang Mardani "Kami selama ini di Gerakan Moral berupaya melestarikan kearifan lokal budaya melalui silat, kiranya dalam pembangunan pemerintah juga jangan sampai mengabaikan budaya agar pembangunan tidak kehilangan identitas dan mengasingkan masyarakatnya, jadi untuk semua warga bekasi harus ikut andil betapa pentingnya menjaga budaya sebagai pemersatu masyarakat Bekasi". Ujar penggiat budaya yang telah 3 tahun menjadi nahkoda organisasi Gerakan Moral Silaturahim Pelestari Silat Budaya Betawi Bekasi.

 Dalam kesempatan ini Jamaludin SH juga menanggapi "Bahwa sebenarnya tidak ada dikotomi wilayah antara Bekasi bagian utara dan selatan, semua adalah bentuk kesatuan. Tapi jika kita membicarakan strategi pembangunan maka semua tidak bisa di elakkan, pembangunan di selatan jauh lebih maju. Pembangunan di Bekasi idealnya haruslah mempertimbangkan keseimbangan aspek lingkungan dan sosial, agar wilayah yang masih terisolir ini bisa segera diatasi contohnya dalam penanganan masalah banjir dibekasi".

Dalam sambutannya H Rahmat Malik selaku pembina Wajah bekasi menyematkan doa dan harapan untuk Hut Wajah Bekasi "Semoga Wajah Bekasi tetap pada idealismenya dan dapat menghadirkan wajah bekasi yang lebih menghargai kearifan lokal, mengenalkan khazanah seni dan budaya Bekasi pada masyarakat.

Acara di tutup oleh H Rahmat Malik dengan melakukan kontemplasi berupa tanya jawab pada hadirin dan crew wajah bekasi terkait dengan kritik yang membangun untuk wajah bekasi, agar wajah bekasi bisa menjadi lebih baik lagi di kedepannya.

Ahmad Suryadi Are Selaku pembina rumah pelangi bekasi dan dewan direksi dari Wajah Bekasi juga mengucapkan terimakasih banyak atas kehadiran Kong Guntur dan semua teman-teman journalis dan komunitas yang hadir dalam perayaan Hut Wajah Bekasi yang ke 3 tahun. (Suryani)