Header Ads

Menutupi Tugu Pahlawan KH.Noer Alie, Warga Desak Pemkot Bongkar Videotron

Menutupi Tugu Pahlawan KH.Noer Alie, Warga Desak Pemkot Bongkar Videotron

Sebuah papan reklame videotron menutupi Tugu Perjuangan yang ada di sisi jalan perempatan lampu merah Kalimalang, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan Kota Bekasi.

Penempatan videotron ini sempat dipermasalahkan beberapa netizen di media sosial Facebook dan mendapat reaksi kemarahan banyak netizen. Selanjutnya postingan-postingan dari beberapa netizen mempertanyakan kebijakan pemerintah Kota Bekasi yang dianggap tidak menghargai jasa para pahlawan dengan memberi izin penempatan videotron yang menutupi tugu perjuangan di tepi kali malang itu.

"Bekasi. Senin 28 Agustus 2017. Tugu yg berada di perempatan lampu merah kalimalang di jalan Ahmad Yani ini tidak dapat terlihat jika Kita dari arah Pekayon menuju ke Stadion Kota-Bekasi karena terhalang salah satu Reklame. Bukankah ini salah satu Tugu Perjuangan yg ada di Kota-Bekasi ? Jika memang benar kenapa Dinas PUPR Kota- Bekasi menentukan titik pemasangan Reklame ini yg menutup Tugu ini jika Kita dari arah Pekayon ke Stadion Kota-Bekasi. Di mana rasa Nasionalisme Kalian para pengusaha dan orang-orang Dinas?" tulis Adipati Cibuhuy dalam status facebook yang diunggahnya pada tanggal 28 Agustus lalu.

Asep Sukarya dalam komentarnya menyebutkan 2 tuntutan, "Satukan pandangan satukan langkah Ayoioo Bergerak dengan Aksi Damai Buat Petisi Sampaikan ke walikota - PUPR" (1) Bongkar panggung reklame tsb (2) Usut tuntas oknum2 yg melloloskan ijin lokasi rejlame Ayooo bergerak".

"Kalo gue warga kota bekasi gue gak akan pilih calon walikota matre yang mengorbankan nilai-nilai identitas Bekasi dengan alasan apapun." komentar bisot dalam status tersebut.

Dikutip dari reaksinews Ketua Devisi Investigasi GMBI Distrik Kota Bekasi Delvin Chaniago menegaskan, Pemkot Bekasi harus membongkar papan reklame videotron tersebut. Karena, kata dia, di mana rasa nasionalisme terhadap Tugu Perjuangan yang ada di Kota Bekasi tertutup papan reklame tersebut.

“Kita sudah minta secara baik-baik ke pemerintah supaya dibongkar, tapi kalau nanti tak kunjung dibongkar, maka kita akan buat aksi besar-besaran supaya papan reklame itu dibongkar. Dan semua tokoh pejuang dan tokoh masyarakat sangat geram dengan hal ini,” tandasnya, Selasa (29/8)

Selanjutnya beberapa warga akan melakukan unjuk rasa pada hari Rabu tanggal 12 september 2017 di Tugu Pahlawan KH.Noer Alie perempatam lampu merah kali malang Jln. Ahmad Yani.
"Tujuannya mengumpulkan tanda tangan sebanyak-banyaknya untuk dijadikan bahan dukungan terkait rencana protes keras ke instansi yang terkait soal izin reklame tersebut' ungkap Adipati Cibuhuy Selasa (5/9).