Header Ads

Hari Jadi Kota Bekasi Ust.Mahfudz
  • Terbaru

    Warga Bekasi Tanggapi Positif Upacara Pengibaran Bendera Ala Jawara

    Kota Bekasi - Minggu 13 Agustus 2017. Alun-alun Kota Bekasi kembali dipenuhi oleh para jawara  dan berbagai komunitas yang melaksanakan upacara bendera ala jawara bekasi.
    Warga Bekasi Tanggapi Positif Upacara Pengibaran Bendera Ala Jawara
    Upacara pengibaran bendera di Alun-alun Kota Bekasi Minggu 13 Agustus 2017
    Tercatat lebih dari 82 perguruan silat, komunitas, forum dan lain-lain yang turut meramaikan gelaran upacara bendera ala jawara ini. Ratusan pesilat mulai dari anak-anak hingga dewasa dari berbagai perguruan di Kota Bekasi menunjukkan kesenian silat kebudayaan Betawi dihadapan para tamu undangan.

    Hadir dalam acara tersebut, Edi Nalapraya sesepuh Pencak Silat Indonesia, H Rahmat Malik pemerhati budaya, Mahfudz Abdrurahman anggota DPR-RI, Drahim Sada pelestari budaya, Mardani ketua GM, para undangan dari Legiun Veteran, Wakapolres Metro Bekasi Kota, Danramil 0507 Bekasi. H Ahmad Syaikhu wakil Walikota Bekasi.

    Mahfudz Abdurahman dari komisi V MPR mengatakan acara ini sinergi dengan 4 pilar kebangsaan di mana para jawara Bekasi siap melaksanakan tugasnya demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dilandasi dengan keyakinan pada Tuhan Yang Maha Esa.

    Veteran dan Warga Bekasi Tanggapi Positif Upacara Pengibaran Bendera Ala Jawara
    Para veteran peserta upacara
    Beberapa peserta upacara yang kami temui semua bernada positif menyambut kegiatan ini.
    "Sudah menjadi tugas kita untuk mengenang jasa para pahlawan. Melanjutkan cita-cita kemerdekaan bangsa ini. Di Bekasi banyak pahlawan yang rela berjuang mempertaruhkan jiwa raganya demi membela kebebasan hak rakyat" ujar jamalludin, SH selaku tokoh pemuda dari Rumah Pelangi Bekasi yang juga hadir dalam acara ini.

    Mardani selaku ketua Gerakan Moral Silaturahmi Pelestarian Silat Budaya Betawi Bekasi juga sangat berharap acara seperti ini dapat dilaksanakan setiap tahunnya.
    "Semoga acara ini dapat bermanfaat guna melestarikan seni dan budaya serta mengobarkan semangat perjuangan kepada para pemuda di Bekasi" ungkap Mardani.

    Kika: Jamaludin SH, Ustd. Mahfudz Abdurahman dan Nia Suryani.
    "Kita punya contoh pejuang yang juga sosok seorang ulama, yaitu KH Noer Ali. Dimana para pemuda-pemudi bekasi bisa meniru kebiasaan para pejuang kita, yaitu dengan membaca Al-Qur'an lalu melakukan kontemplasi dan beraksi memperjuangkan hak-hak rakyat yang tertindas" kata pemuda pemerhati lingkungan, Ahmad Suryadi Are.

    Hadir juga penulis buku Sejarah Bekasi, Endra Kusnawan beserta keluarga, yang merupakan salah satu founder dari Komunitas Wisata Sejarah Bekasi. Beliau menambahkan Bekasi ini masih banyak menyimpan misteri sejarah yang bekum terungkap, oleh karena itu sangat disayangkan apabila Orang Bekasi tidak bisa menjaga dan melindungi sejarah yang dimilikinya.

    "Jangan sampai sejarah Bekasi terhapus oleh oknum yang memiliki kepentingan di dalamnya. Kita orang Bekasi, di sini kita bukan turis. Sudah semestinya kita jaga dan rawat semua yang dikaruniakan oleh Allah ini. Jaga sejarahnya, jaga alamnya, jaga lingkungannya dan jaga nama baiknya" tutup Endra kepada penulis. 

    Teks: Nia Suryani
    Foto: Moel & Are

    Tidak ada komentar