Header Ads

Nasib pendidikan dan moralitas generasi penerus bangsa

Nasib pendidikan dan moralitas generasi penerus bangsa
Suryani (Penulis)
Selamat pagi pembaca budiman, saya mai share pengalaman hidup saya dalam membimbing kedua anak saya.

Beruntung saya termasuk orang tua yang melek dengan tantangan anak masa kini. Saat baby dalam kandungan kami sudah sangat sibuk untuk membimbingnya mengenalkan bacaan dan huruf, seakan baby telah lahir padahal belum. Sama seperti saat saya live di radio kemarin saya mengatakan betapa pentingnya mengenalkan huruf, nama-nama dan dongeng. Interaksi terjadi saat kami membacakannya cerita seorang janin di dalam perut mampu merespon. Buat saya ini sebuah keajaiban, saya mampu merasakan betapa riangnya dia di dalam mendengar kami menceritakan sebuah kisah dongeng untuknya. Mulai dari bacaan Qur'an surat maryam karena anak kami perempuan ayat itu kami perdengarkan padanya. Komunikasi intens meskipun dia masih berada di dalam.

Saya pun menyadari bahwa saya bukanlah sosok bunda yang sempurna untuknya, kehadirannya lah yang menjadikan hidup kami begitu sempurna.

Saat menjelang kelahirannya saya bercita-cita ingin menyambutnya dengan membuatkan kumpulan dongeng hasil karya sendiri, namun cita-cita itu tak pernah terlaksana karena banyaknya saya beralasan. baru di bulan juni tahun 2017 saya berhasil menyelesaikan naskah impian sebagai persembahan wujud cinta atas kelahirannya. Dan kisah itu saya tulis di dalam kumpulan cerita anak berjudul roti kebaikan bersama team easy writing untuk dipersembahkan kepada negeri laskar pelangi bangka belitung. Dimana setiap mba bunga anisa on air di radio belitung akan dibacakan dongeng itu. Mereka yang sudah membacanya judul dongeng yang saya buat batu kristal ajaib sangat takjub dengan naskah yang saya buay untuk kedua putri saya, pemeran tokohnya pun saya cantumkan nama mereka. Sengaja karena cerita ini memang saya persembahkan khusus untuk kedua putri saya.

Saya takjub kedua putri saya mengalami kemajuan tumbuh kembang yang sangat pesat, umur 2,5tahun princess sudah bisa bicara dengan sangat lancar dan kami pun dikejutkan oleh permintaannya untuk kesekolah, dia minta kelas berbasis bahasa inggris.

Disekolahnya dia menjadi murid yang menyenangkan gurunya, princess tampil sangat percaya diri, tanpa disuruh setiap kali ada pertunjukkan dia akan dengan mudah mengancungkan jarinya tanpa rasa malu. 

Di usakti princess sangat terkenal, dia disenangi oleh kawanan dosen, putri saya temannya berusia diatas rata-rata. Bacaan sejak usia 3 tahun sudah berat dia selalu minta buku ensiklopedia. Jika ada tantenya yang datang bertanya kakak mau apa dia pasti menjawab buku.

Dan tak disangka diusianya yang baru menduduki bangku SD dia menjadi duta literasi disekolahnya, karena princess selalu membawa buku-bukunya untuk dibaca bersama dengan teman-temannya. Hingga saat dia tampil untuk pertama kalinya sebagai duta literasi, saya terkejut mendengar ucapan kepala sekolahnya yang mengatakan, ayo kakian murid-murid dari kelas satu sampai enam harus mencontoh callysta.

Jelas saja saat itu saya tak bisa menahan haru, woow sebegitu besarkah pengaruh princess disekolahnya. Jujur saja saya bangga sekaligus tertampar sekali dengan perbuatan kecil yang dilakukan oleh princess.

Saya bangga dia berhasil tumbuh dengan dirinya sendiri tanpa intervensi dari orang tuanya, iya kami membebaskan anak kami berekspresi memilih jalannya tanpa memasukkan ambisi kami padanya.

Sejak saat itu dia selalu meminta untuk dilatih menulis, menulis apapun yang dia ingin tuliskan. Ini yang membuat saya semakin bersemangat menyerukan gerakan literasi, saya belajar darinya dan tak malu untuk belajar pada anak sendiri yang berusia jauh namun terlihat lebih dewasa dari saya.

Jadi pak bu, betapa pentingnya mengenalkan bacaan sejak anak berada di dalam kandungan, karena saat itu anda sedang mendidik anak anda dari dalam rahim dengan sentuhan cinta kasih sayang seorang ayah dan ibu.

Anak adalah cerminan dari kedua orang tuanya. Anak adalah tugas dan tanggung jawab dari orang tuanya, kita sebagai orang tua tidak bisa serta merta menyerahkannya begitu saja kesekolah, sekolah hanya lah media sosialisasi untuk anak dimana di dalamnya anak bisa belajar tentang segala hal tapi bimbingan yang paling baik adalah bimbingan langsung dari orang tuanya dari keluarganya dari rumahnya karena saat inilah pondasi anak terbentuk secara alamiah. Dimana karakter anak, kecerdasan anak, tingkat kepercayaan diri serta mawas diri bermula dari bimbingan didalam rumah yang dilakukan oleh ayah dan ibunya. Mengapa saya sebutkan ayah dan ibu, keduanya harus sama-sama berperan aktif dalam membimbing dan menemani tumbuh kembang anak. Anda juha sebagai ayah tidak melulu soal mencari materi. Sudah banyak anak yang kehilangan ayahnya, punya ayah tapi seperti tak punya ayah. Anda sibuk dan membebankan segalanya kepada isteri anda, ini keliru. Sejak dini anak membutuhkan figur contor kepemimpinan dari sosok ayahnya.

Pak, bu anak saya selama full senin-jum'at bersama dengan saya, kemanapun jika ada aktifitas saya membawa mereka. Tapi hari sabtu dan hari minggu ayahnya pun tidak mau kalah dimana saat itu afalah hari ayah. Sabtu dan minggu saya bisa bebas kemanapun, mau sendiri ataupun bersama tak masalah bagi kami. Mungkin terdengar saat unik yaa, inilah yang kami lakukan untuk kedua putri kami, buah cinta kami berdua menjadi tanggung jawab bersama dalam memberikan pendidikan dan moralitas kepada anak-anak kami.

Ketika saya ditanya oleh semua orang bagaimana caranya agar anak kami bisa seperti princess, saya hanya mengatakan simple tumbuhkan minat baca sejak di dalam kandungan, ajak dia bicara. Komunikasi intens dengan baby di dalam kandungan Dengan sendirinya dia akan meluaskan pandangannya, mengembangkan dirinya dan ingin mengetahui serta mempelajari banyak hal.

Pak bu anak itu saya ibaratkan seperti telur, ketika telur dipecahkan dari luar maka kehidupan didalamnya akan berakhir alias mati, namun ketika telur itu dipecahkan dari dalam maka pertumbuhan akan segera dimulai.

Yuk kita mulai segalanya dari dalam!
Pagi ini saya mengajak anda semua untuk mengucapkan I LOve U Nak (sebut nama anak) peluk dan cium selama 3 menit saja. Dan bersiaplah anda merasakan keajaiban hidup bersama anak anda.

Saya ucapkan selamat bagi anda yang telah berani dan berhasil melakukannya bersama pasangan tercinta.
Selamaaaat
/|\ ❤

#catatankecilsuryani #savemychild #selamatkananak #rumahpelangibekasi #pendidikankarakter #jadilahapapunyangkaumau