Header Ads

Bang Jamaludin: Literasi Adalah Senjata

Pendidikan alternatif telah banyak hadir di Bekasi, berbagai lembaga kursus dan keterampilan baik yang dikelola pemerintah ataupun lembaga swasta banyak hadir menjawab kebutuhan masyarakat Bekasi yang ingin menambah ilmu pengetahuan dan keterampilannya menghadapi persaingan SDM yang semakin ketat dalam dunia kerja.

Sayangnya tidak semua warga Bekasi memiliki kesempatan untuk dapat ikut belajar dalam lembaga-lembaga pendidikan ini, baik karena keterbatasan pemerintah untuk menyediakan lembaga-lembaga semacam BLK dan lainnya, terlebih lagi lembaga yang dikelola swasta tentu membutuhkan biaya yang mungkin memberatkan sebagian masyarakat kurang mampu.

Menjawab fenomena ini banyak tokoh pemuda Bekasi yang tergerak untuk mencari jalan keluar, beberapa mendirikan lembaga-lembaga pengembangan bakat dan minat yang mandiri dan swadaya semacam pusat belajar masyarakat (Community Learning Center) informal yang bentuknya dapat berupa sanggar, forum, komunitas hobi, Taman Bacaan Masyarakat dan macam-macam. Dengan wadah itu masyarakat yang ingin belajar suatu bidang akan dipertemukan dengan mentor yang akan membimbing dan melatih keterampilan-keterampilan praktis.

Mengenai fenomena tersebut, Bang Jamaludin SH selaku aktivis muda Bekasi menyampaikan beberapa hal agar geliat komunitas belajar di Bekasi semakin bangkit dan semakin banyak. Namun semua kegiatan itu harusnya diiringi dengan kegiatan literasi, membaca dan menulis agar masyarakat dapat belajar secara mandiri dan terdokumentasikan dengan baik sehingga dapat menginspirasi warga lainnya untuk melakukan gerakan yang sama.

Bang Jamaludin SH Aktivis Pemuda Bekasi : Literasi Adalah Senjata
Jamaludin SH Aktivis Pemuda Bekasi
Pada kesempatan acara Radio Dakta 107FM dalam acara Taman Pustaka edisi Sabtu 29 Juli 2017, Bang Jamaludin SH menyampaikan pentingnya kegiatan literasi, pada kesempatan itu Jamal mengibaratkan kegiatan literasi sebagai senjata.
"Pada hakikatnya kita sebagai warga Bekasi memiliki darah pejuang dari para orang tua kita, jika dahulu orang tua kita berjuang dengan senjata semisal golok dan juga senjata api maka sekarang kita berjuang dengan ilmu pengetahuan dan kemampuan, salah satu caranya adalah melalui kegiatan literasi, yaitu membaca dan menulis" ungkapnya.

Menurut Jamaludin, ilmu pengetahuan dan kemampuan itu adalah senjata, dan untuk mendapatkannya selain di lembaga-lembaga pendidikan, maka seseorang haruslah lebih giat dalam kegiatan baca-tulis. Membaca membuat seseorang memiliki wawasan yang lebih luas dan menulis melatih cara berpikir yang argumentatif dan rasional. [red]



1 komentar: