Header Ads

Warga Budaya Se-Bekasi Raya Kembali Protes Penggunaan Gedung Juang Tambun

Tambun Selatan – Gedung Juang 45 Tambun dijadikan lokasi syuting film, penggiat budaya dan komunitas sejarah kembali protes. Setelah seminggu sebelumnya terjadi aksi protes, hari Senin 29 Mei 2017 aksi protes kembali terjadi.

Warga Budaya Se-Bekasi Raya Kembali Protes Penggunaan Gedung Juang Tambun
Warga Budaya Se-Bekasi Raya Kembali Protes Penggunaan Gedung Juang Tambun
Penggiat sejarah Bekasi sudah seminggu ini bersama komunitas budaya Bekasi mengawasi aktivitas sebuah production house (PH) dan telah 2 kali membubarkan syuting di Gedung Juang.


Aksi protes penggunaan Gedung Juang kembali terjadi lantaran pihak PH kembali melakukan aktifitas pengambilan gambar/syuting di lokasi Gedung Juang. 

Alasan warga budaya dan komunitas sejarah menolak pemakaian Gedung Juang menjadi lokasi syuting film horor karena sangat melukai perasaan masyarakat Budaya Bekasi. Mengingat Gedung Juang merupakan salah satu peninggalan sejarah yang harus dilestarikan dan dijaga keasliannya

“Stop penistaan terhadap Gedung Juang, tidak ada lagi syuting film dan acara sejenisnya yang mengeksploitasi dan mengubah bentuk Gedung Juang yang aslinya,” ujar Drahim Sada selaku Ketua Paguyuban Pemangku Seni Budaya Bekasi (Pangsi) pada Senin 22 Mei 2017.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pihak Max Pictures memasang wardrobe dengan properti khusus di Gedung Juang. Selain itu, pintu Gedung Juang pun diganti warna catnya untuk kepentingan pengambilan gambar.

Pihak Max Pixtures di lokasi mengaku sudah mengurus izin kepada dinas terkait. Namun hal tersebut dibantah oleh Pihak Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Agus Trihono yang kembali hadir pada aksi protes kedua Senin siang 29 Mei 2017.

Beberapa komunitas di Bekasi hingga senin malam hari berdatangan ke Gedung Juang Tambun untuk mengawal dan memastikan pihak PH meninggalkan Gedung Juang.