Header Ads

Penyidik Akan Terus Selidiki Kasus Jembatan Bagedor Muaragembong

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi mengakui belum mengeluarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Bagedor di Kampung Penombo, Desa Pantai Harapan Jaya Kecamatan Muaragembong.

Jembatan amblas di Kampung Bagedor, Muara Gembong. [posbekasi.com]
Saat dimintai keterangan, Kepala Seksi (Kasie) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Bekasi, Rudi Panjaitan mengatakan meski masih dalam masa pemeliharaan, namun tahapan penanganan dugaan korupsi jembatan itu dipastikan akan terus dilanjutkan oleh tim penyidik Kejari Kabupaten Bekasi.
“Belum ada SPDP karena masih lidik  dan pengumpulan berkas, karena masa pemeliharaannya baru selesai bulan Mei ini,” katanya, kemarin.

Disinggung ada beberapa instansi hukum lainnya yang juga melakukan penyelidikan dalam dugaan korupsi jembatan Bagedor seperti Polres Metro Bekasi dan Polda Metro Jaya, menurut Rudi,  hal itu bukan menjadi suatu kendala, sebab nantinya ketiga instansi akan melakukan koordinasi ketika hendak menaikkan status perkara itu dari tahapan penyelidikan ke penyidikan.
“Tergantung SPDP,  bila kejari keluarin lebih dulu, nantinya kejaksaan lah yang berhak melakukan penyidikan, karena ketika kejaksaan mengeluarkan SPDP akan diberikan juga tembusan kepada penegak hukum lainnya seperti Polres dan Polda,” bebernya.

Setelah banyak pihak yang melaporkan dugaan korupsi jembatan Bagedor ke Kejari, pihaknya mengklaim tidak tinggal diam seperti asumsi publik, sebab pihaknya mengaku jika dalam masa pemeliharaan masih tanggungjawab pihak ketiga (rekanan).
“Kemarin kejaksaan belum bisa masuk karena masih dalam pemeliharaan, sabar saja, Kejari pasti akan tindak tegas,” katanya.

Lebih jauh dikatakan, jika benar dengan adanya jembatan itu merugikan masyarakat sekitar karena perahu nelayan setempat tidak bisa melalui sisi bawah jembatan, karena jarak antara permukaan air dan jembatan terlalu pendek, artinya jembatan itu sudah salah dari perencanaan awal.
“Dugaan sementara yang salah di perencanaannya,” singkatnya.  [thejak.co SAR/BUD]

Sebelumnya, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Asep Adisaputra, memastikan penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan ini tetap berjalan. Dikatakannya, penyidik Polda Metro Jaya tengah memeriksa saksi-saksi, sedangkan pengumpulan data dilakukan penyidik Polres Metro Bekasi.

“Untuk tahap pemeriksaan dan menetapkan tersangka merupakan domain penyidik Polda Metro Jaya. Ini sudah menjadi keputusan bersama, peran penting dalam kasus korupsi pada institusi yang lebih tinggi,” kata Kombes Asep, Kamis 18 Mei 2017. [posbekasi.com MET/YAN]