Header Ads

"Mang Jamal " Begitulah Kami Memanggilnya

Mang Jamal saat amanat pembina upacara pengibaran bendera Harkitnas di Rumah Pelangi Bekasi
[Sukawangi - WajahBekasi.com] Mang Jamal, Begitu kami akrab memanggilnya. Beliau adalah Jamaludin, cucu dari uyut H.Nasim bin Pitung, orang yang telah mewakafkan tanah dan bangunan yang saat ini menjadi Rumah Pelangi Bekasi. Mang Jamal adalah sosok profesional dan cukup dikenal di Bekasi Raya. Sebagai orang yang berlatar hukum, keberadaannya di tengah-tengah sukarelawan Rumah Pelangi sangat menginspirasi. Beliau pernah berkata, pendidikanlah yang mendorong orang untuk berkehidupan yang lebih baik. Cara itu sudah diterapkan di dalam lingkungan keluarganya, dan cara ini juga yang akan terus ditularkan kepada anak-anak yang bernaung di Rumah Pelangi.

Di Rumah Pelangi Bekasi Kampung Babakan Kali Bedah Sukawangi Kabupaten Bekasi, beliau adalah seorang penggagas sekaligus pembina dan pengurus Rumah Pelangi Bekasi. Beliau tidak pernah absen untuk mengajarkan dan membina sukarelawan dan adik-adik di Rumah Pelangi, meskipun dalam sangat sibuk dalam kesehariannya, beliau masih sempat untuk meluangkan waktu bersama kami bahkan bersama anak-anak usia dini yang sedang bermain dan belajar di Rumah Pelangi agar tidak ketinggalan di jaman seperti sekarang ini.

Menurut cerita beliau, keluarganya bukanlah keluarga dari orang yang berada, bahkan sempat tinggal di Rumah Pelangi yang dulu dikenal sebagai Madrasah kuburan cina selama beberapa bulan karena tidak memiliki pilihan tempat tinggal lain. Beliau pernah bersekolah di sekolah pelayaran hingga mengantarkannya berlayar dan mencari pengalaman ke beberapa negara tetangga, akan tetapi masa depan setiap orang tidak ada yang tahu. Beliau lebih suka mendalami bidang hukum hingga sekarang, dan tertular sampai ke beberapa saudara dan keponakan-keponakan beliau yang juga mengambil bidang yang sama sebagai profesinya.

Dari cerita-cerita beliau, dulu di sekitar Rumah Pelangi Bekasi sangat sedikit anak-anak yang bisa menikmati sekolah, bahkan bisa dihitung dengan jari. Beliau sering menceritakan kesulitan-kesulitan bersekolah di masa lampau. Selain karena jarak dari rumah ke sekolah yang sangat jauh, minimnya transportasi, sampai kepada banyaknya hambatan yang datang dari lingkungannya sendiri. Menurutnya berbeda dengan sekarang , anak-anak jaman dahulu sangat bersemangat untuk sekolah tetapi banyak memiliki keterbatasan, sedangkan anak-anak sekarang, sekolah megah berdiri di mana-mana tapi semangatnya yang hilang.

Di sela-sela kesibukannya, beliau selalu menyempatkan diri untuk duduk bersama sukarelawan Rumah Pelangi, bercerita banyak tentang sosok Uyut H. Nasim dan menanamkan nilai-nilai budaya yang ada di sekitar Rumah Pelangi. Mang Jamal memang sangat dekat dengan budaya dan sangat peduli dengan Bekasi, bahkan dalam beberapa kesempatan selalu menggunakan Baju Pangsi sebagai baju kebesaran dan aktif di kegiatan pegiat budaya di Bekasi. Menurutnya, Uyut H. Nasim lah inspiratornya, Mang Jamal selalu tegas dan berwibawa ketika berbicara dengan siapapun, meski hanya obrolan ringan di warung kopi. Mang Jamal memang sosok inspiratif bagi relawan Rumah Pelangi, beliau selalu mengajarkan para relawan untuk tidak puas dengan pendidikan yang sudah terlewati, beliau mengingatkan untuk terus belajar dan menaikan tingkat pendidikan dan skill yang sudah kita punya.

Jika dilihat lebih dalam  lagi, wajah Mang Jamal ini mirip dengan sosok Prabowo Subianto, sosok yang diam-diam memiliki pemikiran yang dalam untuk bangsa dan negara. semoga Mang Jamal bisa sehat terus membimbing dan membawa anak-anak Rumah Pelangi hingga sukses seperti beliau.

Dalam acara Rungi Camp 2017 kemarin, beliau juga yang berkesempatan menjadi pembina upacara, dalam amanatnya beliau menyampaikan dengan lantang dan tegas, meneriakan bahwa pemuda utara harus kompak dan terus bergerak untuk melawan ketidakadilan, melawan keterbelakangan dan menjunjung tinggi empat pilar kebangsaan. []

Penulis: Dillah
Sukarelawan Rumah Pelangi Bekasi

Tidak ada komentar