Header Ads

Cinong Bekasi Di Babelan Lebih Dari Sekadar Perguruan Silat

Akhir-akhir ini dalam beberapa kegiatan yang berkaitan dengan seni dan budaya, nama Perguruan Silat Cinong Bekasi sering terdengar sebagai salah satu pengisi acara peragaan silat dan lain-lain. Tanggal 1 Mei 2017 malam bersama Bang Choky Hasanudin, seorang penggiat seni dan budaya Bekasi di Babelan, crew WajahBekasi.com berkesempatan mampir ke Sekretariat Perguruan Silat Cinong Bekasi di Jalan Gelora Babelan Rt.018 RW 03 Desa Babelan Kota Kecamatan Babelan Bekasi dan bertemu dengan Bang Jamaludin selaku ketua Cinong Bekasi.

Dalam suasana santai kami bertemu dengan pelatih, sesepuh dan juga murid-murid Cinong yang sedang berbincang di saung. Dari obrolan santai ini diceritakan mengenai Cinong yang baru didirikan sekitar awal Agustus 2016 hingga saat ini sudah memiliki sekitar 6 unit perguruan di sekitaran kecamatan Babelan, Sukawangi, Tambun Utara dan sekitarnya.

Cinong Betawi Di Babelan Lebih Dari Sekadar Perguruan Silat
Penggiat seni dan budaya dari Perguran Silat Cinong Betawi Babelan seusai mengisi acara.

Yang menarik dari Perguruan Silat Cinong Bekasi ini karena murid-murid di Perguruan Silat Cinong Bekasi tidak hanya belajar silat, mereka juga belajar kebudayaan lainnya seperti Lenong Betawi, palang pintu, seni musik hadrah, pantun, melukis hingga kerajinan tangan hasta karya kreatif juga dipelajari.

“Setiap malam jumat, bersama warga RT, 16, 17 dan 18 murid-murid Cinong belajar Hadroh  di musollah” terang pria yang akrab disapa Bang Jamal saat ditemui wartawan. 

Nama Cinong Betawi sendiri berasal dari mainan atau jurus Cimande Cinong yang dikuasai oleh almarhum Mang Mursanih, guru dari ketua Cinong saat ini. Ditanyakan lebih jauh arti kata cinong.
“Cinong itu istilah untuk memukul dengan buku jari, seperti menjitak. Karena langkah Cinong sejak awal ada di Babelan yang mayoritas berbudaya Betawi maka kita gunakan kata Bekasi sebagai penegas identitas dan misi moral untuk menjaga nama baik serta kebanggaan Budaya Bekasi” jelas Bang Jamal.

Adapun motto Cinong Bekasi adalah: sopan santun dan ramah tamah diutamakan, namun "Kalo udah sopan, udah santun, udah ramah masih diinjek juga, apa boleh bulet dari pada gepeng" seloroh Bang Jamal mengulangi pesan alm.Tumin, ayahandanya.

Mengenai harapan ke depan Perguruan Silat Cinong Bekasi yang lebih mirip sanggar seni budaya ini, Bang Jamal berharap Cinong Bekasi dapat di terima masyarakat dan bermanfaat bagi lingkungan.
“Yah harapan sih besar, mudah-mudahan Cinong bisa berkembang khususnya di wilayah Bekasi dan sekitarnya mudah-mudahan dengan kehadiran Cinong bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar” ucapnya, diaminkan oleh semua yang hadir di saung Cinong Bekasi malam ini. (bisot)