Header Ads

MITOS TENTANG PANTANGAN & PAMALI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT BEKASI

Tambun selatan - Wajah Bekasi,  MITOS TENTANG PANTANGAN & FAMALI DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI  MASARAKAT ASLI BETAWI HUSUSNYA DI  BEKASI.


Dalam kehidupan sehari hari. masyarakat asli betawi umum nya yang saya temui di kab Bekasi mereka tidak hanya mengikuti aturan hukum negara dan hukum agama saja.Ada aturan  adat istiadat yang tidak boleh di langgar yang masih berlangsung sampai sekarang dan sebagian masyarakat asli masih menerapkannya.

Dan konon mitos tsb akan berakibat buruk bila seseorang melanggarnya.pantangan tsb  bentuk  praktis fola fikir sederhana masyarakat namun cukup mengena sebagai peringatan kepada sesorang terutama remaja dan anak anak agar menjauhi perbutan buruk dalam kehidupan sehari.

entah sejak kapan kebiasaan ini mulai berjalan hampir tdk ada yg tahu. karna pantangan pamali ini diterapkan secara turun temurun sejak lama dalam keseharian masarakat asli betawi di Bekasi hingga kini.Analisa sederhana saya Nur Afendi ( penulis ) .

hal ini mulai diterapkan ketika ajaran islam belum begitu berkembang luas di masyaraka di wilayah Betawi pada saat itu.sehingga untuk melarang agar seseorang tdk melakukan perbuatan atau sikap yg kurang baik maka secara spontan masyarakat saat itu melarang dengan kesan menakut nakuti agar siapa saja tidak berani melakukan perbuatan yg di anggap buruk atau kurang baik. kebenaran akibat larangan atau pantangan bisa disebut juga pamali ini kita tidak tahu.Namun yang jelas tentang pamali atau pantangan tsb punya makna serta manfaat besar bertujuan membuat efek takut kepada pelakunya sehingga tdk berani melanggarnya.

Contoh beberapa mitos tentang pantangan atau famali & akibat bila melanggarnya dalam keseharian masyarakat asli Betawi di Bekasi di antaranya :

1.Tidak boleh duduk di meja  akibatnya nanti dijual china (orang china).akibat dr duduk di meja adalah hal yg tidak sopan,mengganggu,dan meja tsb bs cepat rusak.
2.anak gadis atau perjaka dilarang duduk didepan pintu akibatnya nanti bisa jadi perjaka tua atau perwan tua.akibat dr duduk di depan pintu bisa menghalangi orang yg mau lewat dan hal yg kurang sopan dan kurang tertib & pintu tsb susah di tutup.
3.Jangan meminta kembali barang atau makanan yg sdh di berikan kepada orang lain akibatnya bisa borok sikutan (koreng pada bagian siku tangan)
akibat dr perbuatan tsb kurang baik dan bisa menyakiti hati penerimanya karna pembrian nya di ambil lagi walaupun hanya sebagian atau semua.

4.jangan maen diluar jika waktu sudah magrib akibat nya nanti disamber betara kala(istilah pewayangan hantu yg berwujud raksasa).Salah atu Akibat nyatta dr itu adalah waku magrib saat nya mandi dan ibadah sholat magrib.tidak baik jika masih ada diluar rumah atau bermain.
5 Tiak boleh memanggil nama terhadap saudara atau orang lain yg lebih tua akibat nya nanti punya penyakit srillat.sejenis penyakit bisul di leher atau bagian bawah pipi.akibat nyata dr sikap tsb itu sangat tidak sopan mengakibatkan kesan tdk menghormati yg lebih tua.
6.jangan bangun kesiangan ketika tidur.Akibatna nanti rizki nya di patok ayam.akibat nyata karna bangun kesiangan yaitu tdk baik buat kesehatan terlambat  dlm brakivitas dsb.
7.untuk anak kecil atau remaja tidak boleh memakai baju terbalik.yang mesti di dalam namun di balik atau terbalik.Akibatnya bisa ditinggal mati ema (ibu).Akibat nyata dari  memakai baju terbalik.tidak sopan,tidak pantas terkesan seperti orang kurang waras.
8.pada saat memasak kue misal nya sedang membuat kue dodol atau rengginang kita dilarang berbicara sembarangan tentang kue itu.maka akibat nya hasil nya pun bisa seperti yg di ucapkan pada saat itu.ini mencerminkan bahwa ucapan adalah do,a.
Dan masih banyak lagi pantangan famali dari kebiasaan adat istiadat dalam aktivitas kehidupan sehari hari masyarakar asli Betawi umum nya yg masih kita temui di Bekasi Hampir di segala aktivitas yang sangat menarik dan unik. ( nur afendi)