Header Ads

Minimnya Fasilitas Pelayanan Puskesmas di Kabupaten Bekasi

INDOPOS.CO.ID - Puluhan Pusat Kesahatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi masih minim fasilitas. Salah satunya, balai kesehatan itu belum memiliki fasilitas rawat inap. Akibatnya, banyak pasien yang ingin berobat beralih ke rumah sakit swasta.

Minimnya Fasilitas Pelayanan Puskesmas di Kabupaten Bekasi

”Seharusnya, satu kecamatan memiliki satu puskesmas rawat inap. Namun, belum semua fasilitas Puskesmas ada rawat inap,” kata Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer dan Tradisional, pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Ida Hariyandi, Selasa (11/4).

Ida menambahkan, saat ini totalnya, ada 44 Puskesmas di Kabupaten Bekasi. Namun, baru 18 Puskemas yang memiliki fasilitas rawat inap. Sementara, 26 Puskesmas masih belum memiliki rawat inap. Puskesmas yang belum lengkap ini biasanya ada di tingkat kelurahan atau desa dengan jadwal pengoperasiannya tidak selama 24 jam.

Ida mengatakan, akibat kekurangan ini maka pasien banyak yang beralih ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi yang ada di Cibitung. Bahkan, ada juga diantara pasien yang beralih ke rumah sakit swasta, namun tetap menggunakan jaminan kesehatan seperti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). “Pasien rawat inap di RSUD Kabupaten Bekasi sangat banyak dan membludak,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bekasi, Oded S. Yahya mengakui, fasilitas Puskesmas  rawat inap jauh lebih lengkap sarana prasarannya. Salah satunya, adanya dokter jaga, dan perawat, termasuk ruang rawat sebanyak lima unit. “Ada juga fasilitas ambulan di Puskesmas rawat inap,” imbuhnya.

Meski begitu, kata dia, tahun ini pemerintah daerah akan membangun puskesmas yang belum terpenuhi. Termasuk pihaknya akan menaikan dua puskesmas ada di daerah Tambun dan Setu, Kabupaten Bekasi.  “Pertimbangannya di daerah Tambun padat penduduk, sedangkan di Setu tidak ada rumah sakit rawat inap,” jelasnya.

Oded memproyeksikan, pembangunan dua puskesmas rawat inap di Tambun dan Setu akan rampung pada akhir 2017. Sayangnya, dia tidak bisa merinci biaya pembangunan itu, lantaran pembangunan itu dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi.

Terpisah, anggota Komisi IV bidang Sosial, Pendidikan dan Kesehatan DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno mengatakan, sudah sepatutnya pemerintah menyediakan fasilitas kesehatan yang layak untuk warganya. Bahkan dia mendesak, jumlah puskesmas rawat inap di tahun ini harus bertambah menjadi 20 unit. “Kami setuju kalau ada penambahan puskesmas rawat inap, karena untuk masyarakat,” katanya.

 Nyumarno mencatat, saat ini jumlah penduduk miskin di wilayah setempat mencapai 542.314 yang tersebar di 23 Kecamatan. Daerah yang paling banyak warga miskin berada di Kecamatan Pebayuran dengan total 52.849 orang dan Kecamatan Babelan 48.616 dengan jumlah orang. (dny/Indopos)

Tidak ada komentar