Header Ads

Dua Gadis Menjadi Korban Perkosaan Lima Pemuda

Pemerkosaan atau kekerasan seksual adalah salah satu hal terburuk dan terberat yang dapat dialami manusia, baik laki-laki maupun perempuan. Selain luka fisik, korban pemerkosaan membawa luka batin yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh.
Tindak perkosaan, jelas mendatangkan trauma bagi yang mengalaminya. Respon setiap orang terhadap perkosaan yang menimpanya pun berbeda, dari munculnya berbagai perasaan yang menjadi satu, bahkan baru dapat terlihat lama setelah peristiwa tersebut terjadi.
Seperti yang terjadi pada Dua gadis R (15) dan K(14) warga Desa Segaran Kecamatan Batujaya kabupaten Karawang yang menjadi korban perkosaan yang diduga dilakukan secara bergilir oleh lima pemuda yang berinisial BD,KG,RD,GG dan satu lagi belum di ketahui namanya,kejadian tersebut pada Selasa 18 april 2017.
Diduga pelaku berasal dari Desa Lenggahsari Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi.Hal tersebut membuat Kedua orang Tua korban Geram dan melaporkan ke Polsek cabangbunngin,Jum’at (21/4/2017) pukul 14.30 dengan nomor Laporan STPL/04/CB/K/IV/2017/Resto Bekasi dan nomor STPL/05/CB/K/IV/2017/Resto Bekasi.

Awal Mula kejadian tersebut Kedua Gadis yang berinisial R dan K, Korban yang berinisial K yang masih duduk Kelas satu SMK Swasta yang ada di Kecamatan Batujaya mengajak R bermain di luar jam belajar pada hari Senin tanggal 17 april 2017 dan sempat tidak pulang selama tiga hari ke rumahnya,hal tersebut di ungkapakan Ibu kandung dari R saat di temui di polsek Cabangbungin,Jum’at (21/4/2017) sore.

Ditambahkanya lagi masih kata Ibu korban R,” Awlanya anak saya pulang pada Kamis (20/4/) pagi di lehernya banyak tanda merah merah seperti kecupan,dan saya curiga anak saya tidak pulang selama tiga hari,akhirnya yang menayakan itu pak wakil (Kepala Dusun-Red).”Saya berharap para Pelaku ditindak seberat beratnya sesuai hukum yang berlaku”.Ujarnya

Dua Gadis Menjadi Korban Perkosaan Lima Pemuda
ilustrasi
“Kami baru menerima laporan dari korban tetang tindakan asusila,untuk identitas dan nama pelaku sudah kami kantongi,korban belum di visum rencana esok hari Sabtu tanggal 22 april 2017 korban baru di visum di RSUD Bekasi”. Ungkap salah satu anggota Polsek cabangbungin,Jum’at(21/4) Sore
Ditempat terpisah Ayah Dari K, Harapan saya,karena ini anak saya Perempuan satu satunya melebih kasih saya ng dari anak laki laki, karena ini perbuatan yang biadab dan merusak masa depan anak saya agar pelaku di tangkap dan di hukum seberat beratnya dan secepatnaya dip roses.Ungkap Ayah Korban K di rumahnya,jum’at (21/4) Malam di Dusun sumur Jaya RT.013/04 Desa Segaran kecamatan batujaya kabupaten karawang,

Dari Data laporan Surat Tanda Penerima Laporan / Pengaduan (STPL), dengan Nomor STPL/04/CB/K/IV/2017/Resto Bekasi Melaporkan telah terjadi Pemerkosaan yang di maksud Pasal 285 KHUP subs pasal 81 ayat(1) UU RI No 13 tahun 2014 tentang perlidungan anak. Dengan Korban Insial K anak dari Kardi warga Dusun sumur Jaya RT.013/04 Desa Segaran Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang di Duga Pelaku berinisial GG. Dan Nomor Laporan STPL/05/CB/K/IV/2017/Resto Bekasi dengan Korban inisil R anak dari Acin alamt yang sama diduga pelaku yang berinisial BD,KG dan RD.pelaku yang berasal dari kapung Cabanng dua Desa Lenggahsari Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi.

Di tempat terpisah Ketua Umum LSM GARDA RI Denis FW SH menambahkan
“seharusnya pihak keluarga harus lebih memperhatikan anak – anaknya dalam bergaul dengan siapa? Akan kemana? Itu harus dan yang lebih penting beri mereka pengetahuan agama agar ada rem dalam pergaulan, dan untuk laporan kasus ini Polsek tidak bisa menerima laporan seharusnya arahkan ke Polres dengan unit PPA nya, dan saya selaku Ketum GARDA RI memerintahkan kepada pengurus PAC Batu Jaya untuk mengawal kasus ini jangan sampai berhenti di tengah jalan” tegas Denis.(ym)