Header Ads

Rahmat Malik "Bambu dan Golok itu ikon Bekasi "

KOTA  BEKASI, WAJAH BEKASI - Untuk memperingati hari sejarah tanggal 17 januari 1950, yang dilakukan oleh Pahlawan KH.Nour Alie. Selasa (17/1), massa  dari Paguyuban Pemangku Seni Budaya (Pangsi) Bekasi Raya mengingatkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dan masyarakat  meletakkan kembali ornament  Bambu runcing atau tugu patriot dengan bentuk berbeda.
Pemerhati  Kebudayaan Bekasi Raya, H. Rahmat Malik yang juga pembina di Lembaga Sosial "Sohib Tamu" menyampaikan  dengan bentuk berbeda, lahan bundaran tugu yang sempat kosong tersebut, yang notabenya bukan dipasang seperti symbol  Ikan yang dulu.
“Kita datang ke  tugu  bulan - bulan untuk memberikan contoh, terserah pemerintah kota bekasi mau diperbagus seperti apa. Yang penting gaya dan Icon tersebut tetap bambu runcing yang menjadi Icon Kota Bekasi , Kota perjuangan yang menjadi kebanggaan warga Bekasi,” ungkap Rahmat Malik kepada Berita Bekasi.
Menurutnya, peletakan symbol Bambu  Runcing tersebut, menjadi Icon Bekasi, karena pada jaman era perjuangan, para Pahlawan menggunakan Senjata dari Bambu Runcing. Disinilah para Budayawan Bekasi  ingin mengangkat kultur kebudayaan Bekasi, serta memberikan pendidikan Budaya kepada generasi bangsa, yaitu warga Bekasi,
“Supaya masyarakat tau, bahwa Bekasi memiliki nilai sejarah yang unik dan hebat untuk tetap dikenang jasa-jasa para Pahlawan Bekasi. Kami berharap  pesan dari Budayawan, hari ini bisa mengingatkan  kepada Pemerintah Kota Bekasi untuk tunaikan seperti ini. Ga usah memikirkan bentuk macam-macam, yang sekarang  berdirinya Bambu juga sudah mejadi simbolnya Kota Bekasi,” paparnya.
Ketua Pangsi Budayawan Bekasi Raya, Drahim Sada menyampaikan, bahwa sudah mencanangkannya sejak 2014 bersama perguruan pencak silat se-Bekasi Raya untuk menanamkan bambu lima runcing di tugu bulan-bulan ini.
“Peletakan symbol  Bekasi tersebut sudah diajukan kepada Pemkot Bekasi saat musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) beberapa waktu lalu. Sekarang kita realisasikan secara swadaya oleh Paguyuban Pemangku Seni Budaya Bekasi Raya,” tuturnya.
Dulu Patriot itu menjadi ciri khas, para Pahlawan Bekasi berjuang melawan para Penjajah Jepang menggunakan Senjata dari Bambu Runcing.
“Kepatriotan Kota Bekasi itu kan sebenarnya da di Bambu Runcing, dalam hal ini supaya masyarakat dan  generasi Bekasi tau makna dari Bambu tersebut. Ada juga Icon  Bekasi seperti Golok.
Pada tanggal 17 Januari 1950, pahlawan Bekasi Kh.Nour Ali serta para pahlawan lainnya menggelar rapat Akbar besar di hadiri 25 ribu warga Bekasi. salah satu tuntutannya memisahkan diri menjadi Kabupaten Bekasi. Yang kedua, saat ini yang paling berasa yaitu lahirnya NKRI karena tuntutan saat Apel Akbar di ALun – Alun Kota Bekasi .
“Harapan saya kedepan, agar masyarakat Kota Bekasi bisa mengenang Sejarah dan jasa-jasa para pahlawan kita yang sudah rela berkorban untuk Kota Bekasi.  tanpa ada sejarah, mungkin saat ini tidak akan ada yang namanya Kota Bekasi, tidak akan ada Kabupaten Bekasi,” paparnya.
Ditempat yang sama, Budayawan Bekasi Raya, Deni Jiun juga angkat bicara terkait  sejarah Bambu Runcing yang menjadi Icon Kota Bekasi.
Kalau kata Bahasa Al’Quran, perhatikanlah sejarah untuk masa depan, ketika sejarah ini sudah hilang, ciri, karakter dan jatidiri Bekasi akan hilang juga. Nanti berdampak pada Mindset dan Psikolog masyarakat kota Bekasi,  dimana Bekasi yang dulu identic dengan Budayanya, sekarang sudah hilang.
“Hilangnya, karena masyarakatnya tidak mau mengenang sejarah Bekasi itu dulunya seperti apa ? . Makanya saya dan rekan – rekan Pemerhati Kebudayaan Bekasi berharap, untuk di implementasikan sebuah bentuk momen dan tugu untuk menjadi lambang perjuangan untuk mengingatkan sejarah kepada masyarakat,”
“Ketika masyarakat menangkap  makna sejarah Bekasi itu. Maka Pemerintah harus mau di kritik, ketika tidak terima kritik dari masyarakat , saya rasa ini menjadi barometer.  Sejauh mana kadar Pemimpin daerah kita mau menjalankan kinerjanya.” Tuturnya (red).