Header Ads

PROFAUNA BANTU LINDUNGI SATWA ASLI BEKASI

Pantai Bahagia- Wajah Bekasi , 5/9- Belum lama ini para Aktivis PROFAUNA Indonesia berkesempatan melakukan pengamatan satwa di hutan mangrove Muara Bendera, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi-Jawa Barat setelah melakukan rangkaian kegiatan edukasi, kamis (1/9). Satu koloni lutung jawa yang berjumlah sekitar 40 ekor berhasil menarik perhatian karena bisa diamati dari jarak sangat dekat, sekitar 100 meter. Selain itu sejumlah monyet ekor panjang, burung kuntul/blekok, burung bangau tongtong, burung koak, burung pecuk ular dan burung raja udang juga banyak ditemukan.
"Satu koloni lutung jawa baru-baru ini sering muncul di hutan mangrove yang ada di belakang Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Bendera. Unik sekali karena jaraknya Cuma 100 meter dari rumah-rumah nelayan di sini," ujar Daman, warga setempat yang aktif menjaga habitat lutung jawa di Muara bendera.
Dekatnya lokasi koloni lutung jawa dengan kawasan pemukiman sehingga mudah diamati, diakui aktivis PROFAUNA Indonesia asal Jakarta Singgih Prayogo merupakan hal yang mengejutkan. Singgih mengaku baru pertama kali bisa mengamati koloni lutung jawa dari jarak relatif dekat.
"Sebelumnya saya mengamati lutung jawa di Baderan tidak sampai sedekat ini." ungapnya.
Kemudian, daman menjelaskan kehadiran lutung jawa ini tidak pernah mengganggu warga. Sebaliknya, saat ini dirinya khawatir keberadaan lutung jawa ini tercium oleh pemburu yang kerap datang dengan alasan berburu burung. "Mereka bisaanya pemburu burung, tapi kadang suka iseng juga nembakin lutung," keluhnya.
Kekhawatiran lain Daman adalah perilaku warga yang kadang mengganggu ketenangan hidup lutung. Kadang, lanjutnya, anak-anak atau remaja membakar petasan, melempar batu atau menembakkan senapan angin sesukanya.
"Kami berharap ada yang memberikan edukasi pada warga agar mereka mau menjaga lutung jawa ini. Cara mudahnya jangan diganggu, itu saja," kata Daman.
Nadya Andriani, supporter PROFAUNA Indonesia asal Bandung, mengungkapkan kekaguman atas kekayaan ekosistem hutan mangrove di Muara gembong. Dia mengaku baru pertama kali melihat langsung lutung jawa di habitatnya dari jarak sangat dekat.
"Saya terharu melihat lutung dan macaca bisa bebas berkeliaran di pohon-pohon itu. Mereka tampak bahagia, berbeda sekali dengan yang sering saya lihat di Bandung. Lutung tampak merana di kandang kebun binatang, macaca masih saja dijadikan objek sirkus pinggir jalan," ungkap Nadya.
Keberadaan lutung jawa di kawasan hutan Bendera-Muara Gembong menjadi perhatian semua pihak. Langkah supporter PROFAUNA Indonesia kemarin semoga bisa dikembangkan oleh berbagai pihak agar lutung jawa dan satwa lain di hutan mangrove Muaragembong, khususnya di Muara bendera bisa lestari.
PROFAUNA Indonesia mengadakan rangkaian kampanye bertajuk "Stop berburu satwa di hutan mangrove Muara Gembong" di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, senin (5/9). PROFAUNA Indonesia menilai edukasi di ujung utara Jawa Barat ini perlu dilakukan mengingat habitat hutan mangrove Muara Gembong terus terancam. Kondisi ini ditandai dengan merosotnya populasi primata, khususnya lutung jawa, selama dua puluh tahun terakhir akibat perburuan dan alih fungsi hutan mangrove.
Edukasi dilakukan melalui edukasi ke SMP Negeri 1 Muara Gembong, SMPdi wilayah Desa Pantai Mekar dan SMA Pelita Bangsa di wilayah Desa Pantai Bahagia secara marathon, dilanjutkan dengan melakukan pemasangan spanduk edukasi di dua titik yang menjadi lokasi favorit perburuan. Kegiatan ditutup dengan pengamatan primata di hutan mangrove Muara Bendera - Muara Gembong.
"Ini adalah edukasi pertama PROFAUNA ke Muara Gembong, selanjutnya kami akan mengembangkan program berkelanjutan yang didesain khusus berdasarkan situasi dan kondisi di sini. Targetnya populasi lutung jawa yang merupakan satwa endemik di sini bisa ditingkatkan, habitatnya pun bisa kita upayakan bisa menyokong kehidupan mereka," jelas Rinda Aunillah Sirait, Koordinator PROFAUNA Indonesia Representatif Jawa Barat.
Kegiatan edukasi ini tergolong unik karena dilakukan secara marathon dengan keterbatasan akses transportasi. Bahkan, Supporter PROFAUNA Indonesia harus menggunakan perahu kayu selama 30 menit untuk menjangkau lokasi SMP dan SMA Pelita Bangsa yang berada dekat dengan kawasan hutan mangrove Muara Bendera, Kecamatan Muara Gembong. Lokasi sekolah itu relatif jauh dari akses jalan yang bisa dilewati kendaraan roda empat.
Kegiatan edukasi  ini medapat dukungan pegiat konservasi hutan mangrove setempat. Mpok Rohmah sebagai Duta Persahabatan Abang dan Mpok Kabupaten Bekasi 2016, bahkan turut mendampingi seluruh rangkaian edukasi di Muara Gembong.
"Saya mendukung aksi PROFAUNA Indonesia yang mau membantu memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem hutan mangrove terakhir di Kabupaten Bekasi," tutur Imah, panggilan akrabnya.(red)