Header Ads

Aa Tria, Sosok Di Balik Rumah Pelangi Bekasi

Aa Tria, Sosok Di Balik Rumah Pelangi Bekasi
Aa Tria Rumah Pelangi


Aa Tria begitulah adik-adik di Rumah Pelangi memanggilnya. Pemuda bernama lengkap Tria Haris Ramdani kelahiran Bekasi 1991 silam ini juga dikenal humoris dan berjiwa sosial tinggi. Saat ini Aa Tria bersama teman-teman kecilnya sedang gigih membangun sebuah pepustakaan atau Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang diberi nama Rumah Pelangi di tempat kelahirannya Kampung Babakan Kali Bedah Sukamekar Sukawangi.

“Awalnya saya dan teman-teman di sini mencoba mencari kegiatan yang positif, sehingga banyak dari kami ikut komunitas dan gerakan-gerakan sosial di luar kampung kami. Lalu dari pihak keluarga ada yang mengingatkan akan gedung bekas sekolah yang sudah 15 tahun tidak digunakan, saya bersama teman-teman kemudian memastikan kabar tersebut. Setelah bertemu dengan pihak pengelola yang sebenarnya juga masih saudara ini, kami sebagai pemuda merasa malu jika sampai tidak bisa memanfaatkan gedung tersebut, pihak keluarga besar juga sudah sepenuhnya mempercayakan kepada kami untuk penggunaan gedung wakaf kakek kami ini”, ungkap Aa Tria menjelaskan ide awal dan sejarah terbentuknya Perpustakaan TBM Rumah Pelangi.

“Bersama teman-teman di Sukamekar dan beberapa kawan penggiat literasi akhirnya kami sepakat untuk membangun rumah baca dengan memanfaatkan gedung bekas sekolah yang dibangun tahun 1994 silam, sampai saat ini masih mencoba berjalan walau ada kesulitan karena para penggiat rumah pelangi adalah para pekerja dan dengan waktu libur yang bebeda. Tetapi dengan dasar rasa saling memahami satu sama lain kami tetap terus berjalan bergandengan dengan Visi dan Misi yang sama” ungkap cerita Aa Tria bersahabat.

Aa Tria yang tidak pernah makan ikan ini berprofesi sebagai seorang designer product di salah satu perusahaan furniture di Jakarta Barat, kesehariannya Aa berangkat kerja setelah menunaikan ibadah sholat subuh dari rumahnya menuju kantornya di Kalideres, Jakarta Barat. Aa Tria juga dikenal giat dalam beberapa komunitas baik di Jakarta dan Bekasi. Dengan kegigihannya pula Aa menularkan semangat hidupnya ke teman-teman di Rumah Pelangi untuk terus semangat dan konsisten dalam membangun Rumah Pelangi.

“Beri Aku Sepuluh Pemuda Maka Akan Ku Goncangkan Dunia” kata-kata Bung Karno ini yang menjadi kutipan favorit Aa Tria dan menjadi penyulut semangat teman-teman penggiat Rumah Pelangi.
Aa Tria, Sosok Di Balik Rumah Pelangi Bekasi
Kongkow Kebudayaan Bekasi
“Harapan saya ingin sekali Perpustakaan Rumah Pelangi ini tidak hanya sebagai Tempat Baca Masyarakat (TBM), tapi juga sebagai tempat para pasukan pelangi menggali kreativitas yang mereka miliki, tempat berbagi inspirasi, tempat berkarya, tempat berbagi pengalaman serta sebagai tempat berbagi kebahagiaan dan keceriaan. Jika semua itu sudah terlaksana maka kami akan mempersembahkan Rumah Pelangi dari Bekasi untuk Dunia” Ujarnya bersemangat seusai acara Kongkow Kebudayaan Bekasi di Rumah Pelangi 17 September 2016.

“Rumah Pelangi ini akan menjadi cikal bakal Pembelajaran berbasis pada masyarakat (community based learning), sebuah pendekatan yang akan kami gunakan dalam rangka melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam mempelajari kebutuhan-kebutuhan warga, sehingga dengan pendekatan ini warga akan kami libatkan dalam setiap proses menuju desa yang madani” Jelasnya saat ditanyakan harapan masa depan Rumah Pelangi”. (ALN)

Aa Tria, Sosok Di Balik Rumah Pelangi Bekasi

Untuk kegiatan Rumah Pelangi Bekasi dapat diikuti oleh umum di berbagai saluran media sosial dan blog Rumah Pelangi Bekasi.

Facebook: https://facebook.com/RumahPelangiBekasi
Instagram: https://instagram.com/RumahPelangiBekasi
Twitter: https://twitter.com/RumahPelangiBKS
Blog: https://rumahpelangibekasi.blogspot.co.id
e-mail: rumahpelangibekasi@gmail.com

Tidak ada komentar