Header Ads

PKL Jadi PR Besar Bagi Pemkot Bekasi

 KOTA  BEKASI  -   Wajah Bekasi , Walikota Bekasi, Rahmat Effendi terus menggebrak  pengelolaan Pasar Tradisional di Kota Bekasi, salah satunya pasar  baru Bekasi yang ada di Kota Bekasi sangat  mengganggu jalan pengendara kendaraan mobil maupun motor di tiap malam, apalagi pada hari libur, penuh dengan pedagang pasar yang menggelar dagangannya di pinggir jalan dan menegur Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera).

Menanggapi hal tersbeut, Kepala Pasar Baru Bekasi, Juhasan Antosuseno kali ini yang diberi mandat dan tanggung jawab penuh oleh Pemerintah Kota Bekasi untuk mengelola dan memecahkan persoalan penataaan di pasar Baru Bekasi.

“Sebagai kepala pasar dan pengawasan, saya diberikan tugas baru oleh Pemerintah untuk mengelola Pasar Baru Bekasi. dan berharap pihak ketiga ini bisa bersinergi untuk bersama-sama menata pasar,” kata Juhasan Antosuseno .

Lebih lanjut, sebelumnya Juhasan di percaya oleh Pemerintah Kota Bekasi selaku Dispera untuk mengelola Pasar Bantar Gebang Bekasi dan Pasar Baru Kranji Bekasi, karena ide dan gagasannya yang berhasil mengelola penataan pasar tradisional dan bisa bersinergi dengan para pedagangnya.

“Pengelolaan kedua pasar tradisional, dengan saat ini di pasar baru bekasi memang berbeda. Karena  Pasar Bantar Gebang dan Kranji dikelola langsung oleh pemerintah. Beda dengan Pasar Baru Bekasi ini masih dipegang pihak ketiga, perusahaan swasta. Maka dari itu, tantangannya saat ini memang cukup berat karena memiliki SDM juga sedikit,” beber Juhasan.

Terpantau Berita Bekasi siang ini, meskipun Pimpinan Daerah, Walikota  Bekasi sudah beberapa kali turun ikut tertibkan para pedagang yang masih  parberjualan dibahu jalan. Namun demikian, merubah mindset para pedagang di Pasar Baru Bekasi sangat sulit. Apa lagi tercuat, di pasar baru  tersebut banyak oknum preman yang memanfaatkan par pedagang .

“Setiap pasar tradisional pastinya ada oknum preman, tapi dalam hal ini, saya tidak takut sama preman, karena saya mewakili  pemerintah, di gajih oleh pemerintah dalam menjalankan tugas untuk menata dan menertibkan para pedagang di pasar,” tuturnya.

Ditambah lagi, tantangan yang berat menanti didepan mata, dan berita pengelolaan pasar Baru Bekasi rencana akan diambil langsung Pemerintah Kota Bekasi. Namun demikian, ada oknum yang mempropokasikan pasar baru tersebut akan diperpanjang kerjasamanya dengan pihak ketiga.

“Saya ga peduli meskipun pihak ketiga akan memperpanjang kontrak dengan pemerintah, biarin saja urusannya dengan pimpinan kami.  Namun yang pasti, pihak ketiga pun mau tidak mau harus bersinergi dan ikuti peraturan pemerintah dalam pengelolaan dan ikut parsitipasi dalam menata pasar yang bersih, tertib dan nyaman untuk kepentingan bersama-sama.” Jelasnya (**).

 

Tidak ada komentar