Header Ads

Komisi D DPRD Minta RS Swasta Komitmen Terima Pasien Miskin

KOTA BEKASI –  Wajah Bekasi , Dalam pelayanan kesehatan untuk masyarakat, peran Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi  sudah sedemikian rupa mensosialisasikan. Maka dari itu, Walikota Bekasi, Rahmat Effendi  dan jajaran  Komisi D DPRD Kota  Bekasi  terus  mengajak  peran Rumah Sakit Swasta di Kota Bekasi   untuk  ikut memberikan  parsitipasinya  meringankan beban Pemerintah dalam melayani masyarakat miskin, khususnya pasin yang memiliki BPJS dan Kartu Sehat Bekasi (KSB).

 

“Dalam hal ini, saya meminta parsitipasinya  rumah sakit swasta untuk berkomitmen penuh dalam penerimaan 40 persen pasien tidak mampu di rumah sakit swasta yang ada di Kota Bekasi. ” ungkap Walikota Bekasi, Rahmat Effendi saat kunjungan ke RS.Awal Bros Bekasi, Jln.KH,Nour Alie, Kalimalang, Kecamatan Bekasi Selatan.

 

Rahmat Effendi mengatakan,  ada 2,6 juta warga Kota Bekasi dan  60 persen sampai 70 persen boleh di bilang menengah ke atas  dan dianggap sudah mampu dan mempunyai pangsa pasar tersendiri dalam memilih rumah sakit yang ada. Bahkan beb ultimatum akan mencabut ijin operasional  seluruh Rs swasta yang tidak bisa melayani pasien BPJS , KI erapa bulan lalu juga, Walikota Bekasi menerima  keluhan  dari warga miskin,  rs swasta  tidak bersedia  melayani  pasien BPJS dengan berbagai alasan. Untuk itu, sebelumnya juga Walikota  memberikan S dan KSB.

“Namun untuk  masyarakat yang  40 persen itu, berobat menggunakan Kartu Indonesia Sehat, BPJS dan Kartu Sehat Bekasi. sekali lagi saya tegaskan kepada seluruh RS Saswa meminta sebagian komitmen untuk membantu masyarakat Kota Bekasi yang kurang mampu,” pintanya saat menyampaikan dihadapan jajaran direksi RS.Awal Bros , serta para dokter.

Ditempat yang sama, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bekasi, Dadi Kursadi yang saat itu ikut meresmikan  gedung baru RS.Awal Bros Bekasi untuk pelayanan pasien BPJS. Bahwa dinamika dalam proses penyelenggaraan  pelayanan kesehatan,terkadang banyak intervensi.

“Sebagai mitra pemerintah Kota Bekasi Bekasi, dan wakil rakyat, tentunya saya  tanggung jawab besar dalam membantu masyarakat. Dan  berharap, seluruh rumah sakit swasta tetap pada komitmen memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pasiennya, baik yang mampu atau tidak mampu terlepas mereka membayar dengan cara apapun ,” papar Dadi Kursadi.

Diakui pria politis dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), selama ini banyak pengaduan di meja ruang aspirasi dari masyarakat Kota Bekasi, banyak dari rumah sakit tersebut masih menolak pasien BPJS atau yang kurang mampu, hanya semata-mata  ada kepentingan berbisnis.

 

“Dengan alasan kamar penuh, dan lain sebagainya termasuk di rumah sakit umum daerah , ini harus disadari dan dikoreksi oleh  Management RSUD dan menjadikan pembelajaran bagi RS swasta untuk ikut prihatin dalam membatu melayani masalah kesehatan,” kata Dia.

 

Lebih lanjut kata Dadi, dia pun terus mengajak seluruh RS swasta , khususnya rumah sakit Awal Bros Bekasi diusianya yang ke-8 ini mampu  bersinergi  dengan pemerintah daerah dalam memerikan pelayanan  terbak  kepada masyarakat . Merupakan  RS tarap Internasional,

 

“Saya berharap menjadikan percontohan RS swasta lainnya dalam menyediakan gedung baru tuk layani pasien BPJS . dan saya tidak ingin mendapat  keluhan lagi dari masyarakat, RS swasta  tidak mau layani pasie miskin.  Jadikan usia  sewindu ini menjadi tantangan RS Awal Bros  Bekasi sebagai  buah  suatu  peradaban  membangun kota Bekasi yang maju sejahtera dan ihsan.” Jelasnya (**).

Tidak ada komentar