Header Ads

PULUHAN WARGA GEREBEK RSIA SAYANG BUNDA PONDOK UNGU PERMAI












Babelan - Wajah Bekasi . pulihan warga yang di dominasi ibu-ibu datangi RSIA Sayang Bunda Pondok Ungu Permai

 Izah Pitriani Alamudin (55), warga yang cucunya  divaksin di rumah sakit tersebut, berharap ada kejelasan dari pihak rumah sakit, saya orang awam pak jadi tidak tau apa ada epek samping dari pemberian vaksin palsu itu , Saya harapannya enggak kenapa-napa. Saya baca berita semalam langsung ke sini. Sekarang saya nunggu kejelasan ini," , Jumat (15/7/2016) .
lebih lanjut izah  mengatakan sudah dua kali saya membawa cucu saya melakukan vaksin anak di rumah sakit tersebut. Memang belum ada keluhan yang terjadi pada anaknya. Namun, saat vaksin kedua dilakukan di rumah sakit itu, anaknya mengalami demam.
Dia berharap ada penjelasan dari pihak rumah sakit. Terlebih lagi, bayinya yang divaksin di rumah sakit ini merupakan cucu  pertamanya setelah menunggu untuk memiliki anak selama bertahun-tahun.
 tedjo yulianto(38), warga pondok ungu permai , juga mendatangi RSIA Sayang Bunda untuk hal yang sama. Anaknya dua kali mendapat vaksin di rumah sakit ini.
Hal yang ia khawatirkan adalah nama vaksin kedua anaknya disebut-sebut sebagai vaksin palsu. Wisnu mengaku tetap mencoba berpikir positif. Ia berharap ada penjelasan dari pihak rumah sakit.
"Saya lebih khawatir sekarang saya harus ke mana untuk vaksin ulang. Saya juga mau menarik rekam medis anak saya," ujar tedjo.
lebih lanjut Tedjo mengatakan dia dan semua korban vaksin palsu di RSIA Sayang Bunda menggalang semua korban dengan membentuk forum kominikasi melalui Whats app /WA, sampai hari ini sudah tergabung 100 orang tua yang semuanya mengajukan 3 tuntutan yaitu " meminta vaksin ulang di rumah sakit pemerintah yang di anggap netral, meminta ganti rugi pada RSIA Sayang Bunda, biaya pengobatan sampai anak kami dewasa.
permintaan para korban ini kami tuangkan secara tertulis dan di serahkan kepada kuasa hukum RS dan akan di teruskan ke manajemen RSIA Sayang Bunda.
Ketiak hendak di wawancarai pihak RSIA Sayang bunda tak bersedia dengan alasan direktur sedang di periksa di kepolisian (red)

Tidak ada komentar