Header Ads

PANCASILA CIRI KHAS DAN KARAKTER KITA


Medan Satria - Wajah Bekasi Sosialisasi 4 Pilar  yaitu Pancasila, UUD Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika terus dilaksanakan anggota MPR dengan target sasaran berbagai elemen masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Anggota MPR RI Mahfudz Abdurahman mengatakan dalam Acara Buka Puasa bersama warga Kelurahan Medan Satria Kota Bekasi 20/6. isi Pancasila pasti hafal di luar kepala, akan tetapi, pemahaman dan pengamalannya perlu terus diingatkan. "Pancasila tidak sekadar dihafal, tapi sangat perlu untuk dipahami dan diamalkan, itulah pentingnya sosialisasi untuk menyegarkan ingatakan kita semua akan nilai-nilai luhur bangsa," ujar Mahfuddz pada wajah bekasi.

lebih lanjut Mahfudz mengatakan, pengamalan Pancasila sebenarnya sangat mudah dilakukan, sebab Pancasila itu merupakan ciri khas dan karakter bangsa Indonesia sejak dulu. Seperti soal Ketuhanan, seluruh rakyat Indonesia percaya pada Tuhan yang Maha Esa dan juga soal penghormatan kepada orang yang lebih tua.

Menurutnya, persatuan Indonesia jangan sampai pecah. Nasionalisme harus ditingkatkan demi persatuan bangsa. Konflik soal keberagaman Indonesia seharusnya tidak lagi menjadi persoalan.

"Perpecahan bangsa muncul dari konflik karena perbedaan. Nusantara ini dulu pernah memiliki kerajaan-kerajaan besar namun hancur bukan karena faktor eksternal tapi karena faktor internal perebutan kekuasaan dan perang saudara. Karena perpecahan itulah muncul penjajah yang menjajah habis bangsa kita. Kita harus belajar dari sejarah bangsa kita itu agar tidak terulang lagi saat sekarang," pungkas.

hadir pula anggota DPRD Kota Bekasi Arianto Hendarta memberikan keterangan di depan warga yang mengambil lokasi di yayasan Ibnu Shina " Banyak masalah kebangsaan yang bermunculan karena masyarakat meninggalkan nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, kita harus memandang penting kegiatan sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.


Menurutnya, tidak ada subtansi yang berubah dalam materi sosialisasi ini. MPR tetap menempatkan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara dan Ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. 


Ust Bahrudin salah seorang peserta yang juga guru di yayasan IBNU SHINA menjabarkan "Pada era Orde Baru, segala tindakan yang dilakukan untuk mengkritisi pemerintah disebut anti Pancasila. Sehingga ketika Orde Baru tumbang, Pancasila seolah-olah dijadikan sebuah kesalahan sehingga semua hal yang berbau Pancasila semuanya dihapus, seperti BP7 dihapus, mata pelajaran PMP juga dihapus. Pancasila di awal reformasi dipinggirkan," ujar dia. saya dan kami yang berada di sini sangat berepresiasi dalam kegiatan ini dan berharap bapak mahfudz terus mengingatkan masyarakat betapa pentingnya 4 pilar demi keutuhan bangsa.
dari pantauan wajah bekasi kegiatan ini di ikuti hampir 160 orang dengan di akhiri acara buka bersama . (red)