Header Ads

Rais ' Jiih " Kadir Ingin Pangsi Tak REDUP Pesonanya


Tambun Utara - Wajah Bekasi Agar tak redup pesonanya Itulah yang membuat Rais Kadir (348) alias " Jiih " memilih menjalankan usaha menjual pangsi Betawi di sekitar kabupaten dan kota bekasi. Usaha yang digelutinya sejak lima tahun lalu ini didasari keinginan  untuk melestarikan budaya Betawi yang kian meredup. 
"Saya ikut main pukulan (silat) karena istilahnya daun sawit campur ketupat, kue bolu dicampur tepung. Kita orang Betawi enggak main silat, malu sama arwahnya Bang Pitung. Akhirnya, saya juga berminat untuk dagang baju yang dipakai sama almarhum . 

Sampai alhamdulillah sekarang," katanya saat berbincang dengan Wajah Bekasi di kawasan halaman kantor kecamatan tambun utara, belum lama ini.

Pria yang kental dengan bahasa Betawi  yang sering hadir di acara budaya yang sudah mempunyai anak 3 dan cucu 2 ini mengaku menjalankan usahanya dengan modal satu stel baju. Dengan modal yang terbilang kecil tersebut, dia bisa meraih omzet Rp2 juta/hari atau sekitar Rp60 juta/bulan.

"Kalau cerita modal, saya kan awalnya beli bahan, udah gitu saya minta tolong konveksi, total Rp90.000 satu stel. Dari mulai bahan sampai upah jahit sampai jadinya. Harganya kita jual Rp150.000 dewasa, kecil Rp100.000," terang dia.
Meskipun hanya berjualan di pinggir jalan dan keliling masuk kampung keluar kampung, Bang rais kadir  mengaku tidak kehabisan akal untuk menggaet para pelanggannya. Bahkan, dalam sehari dirinya mampu menjual hingga 25 stel baju pangsi.
Sementara untuk baju pangsi lengkap dengan aksesoris peci dan sabuk hijaunya dibanderol sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000. "Peci satuan Rp50.000, sabuk Rp70.000. Kalau peci warnanya cuma merah maroondan merah cabai. Itu identik banget sama Betawi," sebut dia.

Rais "Jiih" Kadir  mengklaim, pelanggannya tidak hanya orang Betawi atau mereka yang berada di komunitas lenong dan silat. Namun, kalangan biasa dari kecil hingga dewasa pun juga berminat dengan pangsi yang dijualnya.
"Dari yang kecil sampai yang besar. Kalau yang besar umumnya dia pesan, dia bawa contoh, atau barang yang sudah jadi di sini. Biasanya buat sanggar, kayak buat lenong atau latihan silat. Biasanya satu warna, ," pungkasnya.(red)