Header Ads

Kesal Tak Diberi Uang  Hermanto Tega Bunuh Guru SMK

Wajah bekasi, Bekasi , Setelah tiga hari buron, Unit Reskrim Polsek Jatiasih, akhirnya berhasil membekuk pelaku pembunuhan terhadap Guru Tata Boga SMKN 33 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pelaku berhasil dibekuk tanpa perlawanan saat turun dari bus di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (16/4) sekitar pukul 15.00 WIB.

"Pelaku merupakan sopir pribadi korban atas nama Hermanto alias Herman bin Rabahudin," ujar Kapolsek Jatiasih Kompol Aslan Sulastomo, di kantornya, Senin (18/4).

Ia menambahkan, jika supir pribadi yang baru 2 bulan bekerja itu, nekat membunuh majikannya lantaran kesal karena tidak dipinjamkan uang.

"Pelaku meminjam uang kepada majikannya senilai Rp100 ribu. Alasannya, uang pegangannya tidak ada lagi," jelasnya.

Untuk diketahui, peristiwa pembunuhan ini bermula saat korban bernama Nurdin, (52) tahun dan istrinya, Ida Nuraini (52) tahun, diantarkan pelaku ke tempat kerjanya ke sekolah menengah kejuruan.

Nurdin mengajar pelajaran Tata Boga di SMKN 33 Kelapa Gading, Jakarta Utara sedangkan Ida Nuraini mengajar di SMKN 27 Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Mereka mengendarai Toyota Avanza berwarna silver dengan nomor polisi B 1368 KKI, pada Rabu (13/4) subuh. Pertama kali yang diantarkan adalah Ida Nuraini, tiba di tempat mengajarnya sekitar pukul 05.45 WIB.

Lalu, pelaku mengantar korban ke SMKN 33 Jakarta Utara, tiba sekitar pukul 06.25 WIB hanya untuk absen.

"Pelaku yang turun untuk mengisi absen korban, karena korban menderita strokeringan dan dalam proses penyembuhan," kata Kapolsek.

Usai absen, kemudian korban melakukanjogging di Taman Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sekitar pukul 08.00 WIB, korban selesai jogging dan kembali ke dalam mobil untuk istirahat. Pelaku yang menunggu di dalam mobil mengatakan ingin meminjam uang kepada korban sebesar Rp 100.000.

"Namun korban menolak secara kasar permintaan tersebut sehingga pelaku merasa tersinggung dan emosi," katanya.

Kemudian, pelaku ke luar dari mobil dari pintu depan sebelah kanan dan menuju bagasi untuk mengambil kaos oblong warna putih. Kaos ini digunakan pelaku untuk membekap mulut dan hidung korban yang masih duduk di sebelah kiri depan sehingga korban meronta-ronta dan kaki kirinya menendang kaca depan kiri sehingga pecah.

Pelaku juga memukul rahang kanan namun meleset mengenai leher. Korban masih meronta-ronta sehingga pelaku memukul perut korban dengan tangan kanannya sementara tangan krinya tetap membekap mulut korban dengan kaos.

Tubuh pelaku yang besar dan kekar, membuat korban tidak berdaya dan lemas hingga pingsan tak bergerak.

Pelaku kemudian mendudukkan korban ke posisi semula di jok depan kiri dengan menutup wajahnya dengan kaos oblong. Korban pun tidak terlihat dari luar mobil.

"Pelaku membawa tubuh korban ke alamat rumah korban di Perumahan Pemda Jatiasih sekitar pukul 09.00 WIB," ujarnya.

Pelaku memastikan korban telah meninggal dengan cara mendekatkan telinga pelaku ke bagian dada kiri dan kanan korban. Sehingga pelaku yakin benar, kalau korban telah meninggal.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Juncto Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia.

"Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," katanya.( red)