Header Ads

Tiga Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut di Tol Jakarta-Cikampek Pondok Gede

Wajah Bekasi - KOTA  BEKASI  -  Kecelakaan maut terjadi di ruas tol Jakarta-Cikampek KM 10 B, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi yang mengarah ke Jakarta, Jumat (18/3) pukul 04.30. Tiga orang dikabarkan meninggal dunia dan tujuh orang mengalami luka sehingga masih dirujuk di Rumah Sakit Umum (RSU) Almutazzam, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

 

Kepala Lalu Lintas Wilayah Bekasi Kota, Komisaris Bayu Pratama mengatakan, kecelakaan itu melibatkan antara truk trailer bernopol H 1853 EH dengan bus Budiman nopol Z 7740 HD serta mobil Toyota Avanza bernopol B 1660 CFS. Menurut dia, kejadian berawal saat truk yang melaju di lajur paling kanan mengalami pecah ban di bagian belakang.

 

Truk kemudian oleng ke lajur kiri, sehingga ditabrak oleh bus yang datang dari arah belakang di lajur tersebut. Diduga tak sigap meninjak pedal rem, sopir Toyota Avanza yang ada di belakang bus juga menabrak ekor bus. Tabrakan beruntun kemudian tak bisa dihindari.

 

"Tiga orang tewas dan tiga luka berat serta tujuh orang luka ringan. Korban luka saat ini mendapat penanganan medis oleh petugas RS Almutazzam Bekasi," ujar Bayu, Jumat (18/3) pagi.

 

Meski telah mengetahui jumlah korban jiwa, namun Bayu belum bisa memastikan identitasnya. Dia beralasan, kasus ini masih dalam penyelidikan petugas.

 

"Anggota di lapangan masih menggali keterangan terkait identitas korban dan penyebab pasti kecelakaan tersebut," kata Bayu.

Hingga kini, kata dia, jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi untuk divisum luar. Rencananya, jenazah korban akan dibawa pihak keluarga ke kampung halamannya di Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Saat ditemui di rumah sakit, sopir truk trailer bernama Mukid (46) tak menyangka, ban depan sebelah kanan kendaraannya bisa pecah. Padahal, kondisi ban masih bagus dan dia selalu mengecek tekanan angin sebelum kendaraan itu digunakan. Apalagi dalam insiden itu, tulang pangkal paha sebelah kanannya patah, akibat dihantam bus dari arah belakang.

“Sesaat kendaraan berhenti di lajur cepat, mendadak mesin truknya mati. Dia lalu turun dari truk dengan maksud membetulkan selang angin kompresor yang terlepas, sebab mesin kompresor juga berperan untuk menghidupkan mesin. Pas banget saya mau betulin selang, tahu-tahu ada tiga kendaraan menabrak bagian belakang truk," jelas Mukid.

Mukid melanjutkan, saat tiga kendaraan menghantam bagian belakang truknya, dia lalu terpental sejauh dua meter. Untungnya, tubuh Mukid terhalang oleh barier (pembatas jalan), sehingga dia tidak terpental sammpai ke ruas tol yang ada di seberangnya, arah Cikampek.

 

"Mungkin kalau terpental jauh, saya sudah meninggal dunia karena bisa terlindas kendaraan dari arah sebaliknya,” bebernya.

Sementara itu dokter jaga RSU Almutazzam Medika, dr. Gia Pratama mengatakan, empat orang dari 11 pasien yang masuk ke rumah sakit telah diperbolehkan pulang. Alasannya, luka yang diderita dianggap ringan dan mereka juga lebih memilih rumah sakit yang dekat dengan rumahnya.

 

"Empat pasien yang pulang itu adalah penumpang Toyota Avanza. Sebetulnya dua dari empat orang lukanya cukup parah di bagian kepala, tapi mereka minta pulang karena ingin berobat di rumah sakit dekat rumahnya," kata Gia.

Gia  menjelaskan, pihaknya tidak bisa menghalangi keinginan pasien untuk pindah ke rumah sakit. Yang penting, kata dia, mereka sudah ditangani terlebih dahulu oleh tim medis rumah sakit setempat. "Sebetulnya biaya perawatannya sudah ditanggung oleh Jasa Raharja," tambah Gia (red).