Header Ads

Partai Idaman Rhoma Irama Heboh di kabupaten Bekasi

Bekasi - Wajah Bekasi , Berita mengejutkan mengenai dunia politik kembali terdengar di Indonesia. Bukan korupsi, karena sudah biasa. Bukan pula keributan di DPR, karena itu juga bukan rahasia lagi. Lalu apa yang membuat partai tersebut menjadi bahan pemberitaan, bahkan pergunjingan, tidak lain karena kemunculan partai baru tersebut digawangi oleh seorang penyanyi dangdut yang sangat terkenal dengan sebutan Raja Dangdut. Bahkan Sang Raja Dangdut  rhoma irama sudah mendeklarasikan berdirinya partai yang memiliki nama “Idaman” tersebut.

Ujang Suryana Kelana Ketua FORSA Kab Bekasi ketika di temui awak media mengatakan " masyarakat kabupaten bekasi menyambut gembira dengan datangnya partai idaman , Dulu partai yang memiliki basis agama seperti Islam, menjadi salah satu partai yang banyak memiliki pendukung. Seiring dengan perjalanan nya ternyata banyak juga yang kecewa karena tak sesuai harapan para konstituen nya ,  partai yang mengusung basis agama saat ini sudah tidak dianggap berbeda oleh masyarakat. Sebab paradigma masyarakat mengenai partai politik sudah tercemar oleh oknum - oknum yang merusak citra partai islam.

Saya amat yakin Rhoma Irama ingin menunjukkan partainya berbeda, maka kami selaku pendukung perlu melakukan beberapa hal penting dan harus kerja keras menunjukkan kepada masyarakat Indonesia bahwa partainya memang berdiri sebagai partai yang diidam-idamakan ,ungkap pria pecinta kuliner dan music dangdut ini.

Partai Idaman  berbasis agama atau tepatnya mengusung agama Islam partai besutan Rhoma Irama ini sudah memiliki basis yang jelas. Mengapa demikian , Karena menurut Ella salah satu pengurus Partai Idaman yang memangku jabatan Bendahara " Bisa jadi pendukung partai milik Raja Dangdut tersebut adalah para fans dangdut yang memang sudah sejak lama mengidolakan sosok Rhoma Irama dan sudah lama kehadiran partai ini di tunggu- tunggu okeh semua pendukung dan penggemar rhoma irama , siapa sih yang ga kenal bang haji " ungkap nya mengakhiri pembicaraan dengan awak media ( red)