Header Ads

Para Da'i di harapkan bisa Tangkal LGBT

BEKASI -Wajah Bekasi , Kontropersi LGBT (Lesbian, Gay, biseksual, dan transgender) di Indonesia, Di negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim sangatlah mengherankan apabila ikut setuju terhadap pelegalan perkawinan sesama jenis, apalagi menginginkan pelegalan itu diberlakukan juga di negeri ini. Tapi pada kenyataannya ternyata banyak pendukung LGBT ini, dari kalangan artis, suatu organisasi, maupun dari kalangan tokoh masyarakat sekalipun.
Mahfudz Abdurahman Anggota DPR-RI Ketika di temui dalam acara Musyawarah Nasional IKADI (Ikatan DA'I Indonesia ) dalam hal ini beliau menyampaikan kekhawatiran masyarakat bangsa  ini dengan penomena Ada beberapa  orang atau kelompok yang mendukung LGBT , Di depan Ratusan peserta MUNAS KE-2 IKADI Yang di barengi dengan Sosialisasi Epat Pilar MPR-RI Beliau mengatakan " Ada beberapa point sebagian masyarakat indonesia mendukung LGBT , pertama adalah karena dia tidak tahu bahwa agama – terkhusus agama islam yang banyak dianut penduduk indonesia – melarang LGBT. Kedua, bisa jadi mereka adalah pengusung kebebasan sehingga siapapun orangnya dan bagaimanapun keadaannya bebas berekspresi karena mereka punya hak untuk itu. Ketiga, bisa jadi yang mendukung adalah karena mereka menyadari dirinya sebagai pengidap LGBT. Keempat, berbagai kemungkinan yang lain selain dari ketiga tersebut. Para pendukung LGBT memang perlu diingatkan dan diluruskan, karena sangat bahaya apabila pendukung LGBT di Indonesia terus bertambah. Kita tahu bahwa demokrasi yang merupakan sistem pemerintahan yang dianut oleh negeri ini selalu melihat banyaknya kepala bukan isi dari kepala. Suara mayoritas selalu menang walaupun apa yang disuarakan adalah kekeliruan dan suara minoritas selalu kalah walau apa yang disuarakan adalah kebenaran. Yang harus diwaspadai adalah orang-orang awam yang tidak tahu terlarangnya LGBT ini jadi ikut mendukung karena tidak tahu kemadharatan, kesengsaraan, dan berbahayanya dari LGBT ini,
Lebih Lanjut MA menjelaskan Sangat banyak kemudharatan yang ditimbulkan oleh LGBT ini, bagaimana mungkin suatu negara bisa mencetak generasi yang banyak lagi cerdas yang bisa meneruskan perjuangan orang sebelumnya dengan pernikahan sejenis, pernikahan yang tidak menghasilkan keturunan sama sekali. Dengan kemajuan teknologi yang canggih sekalipun tidak akan semudah itu menciptakan keturunan apabila di luar dari alamiahnya mahluk hidup menciptakan keturunan, yaitu dari seorang ibu dan seorang ayah. Bagaimana mungkin suatu negara akan sejahtera apabila para penduduknya mengidap berbagai penyakit berbahaya karena dampak dari pernikahan sesama jenis.
Mahfudz Menambahkan " dalam kesempatan yang baik ini saya mengajak para DA'i agar lebih intens berkomunikasi kepada masyarakat akan bahaya dari LGBT ini , dan berharap agar perananan masyarakat dan orang tua agar lebih memeperhatikan anak-anaknya agar tidak terjebak dengan kebebasan yang pada akhirnya menyengsarakan dirinya pada khususnya dan umumnya pada bangsa ini. ( red)