Header Ads

Api Melalap Habis Penampungan Barang Limbah Dan Rongsokan

Tambun utara, wajahbekasi.com Kepulan asap hitam membumbung tinggi dari lokasi terbakarnya tempat penampungan barang bekas yang terletak di kp turi Rt 04 rw 05 desa sriamur kec tambun utara.

Kepulan asap di sertai ledakan - ledakan kecil terdengar sampai 1 kilo meter dari lokasi kebakaran.api melalap semua tumpukan barang bekas yang di dominasi oleh limbah pelastik yang akan di kirim ke pabrik pengolahan oleh pengepul barang bekas.

Penuturan Asep ( 55) salah seorang pengelola tempat penampungan limbah dan barang bekas mengatakan " awal dari terbakarnya lahan ini bermula dari beliau seperti biasanya setiap sore membakar sampah sisa penyortiran limbah yang terpakai , setelah saya bakar lalu saya masuk ke dalam bedeng setelah kembali dari bedeng saya kaget luar biasa ternyata api sudah menyambar ke tumpukan sampah yang kebih tinggi di barengi dengan tiupan angin yang membuat api semakin membesar ,ungkap nya pada wajahbekasi.com

Rohmat (45) warga kampung turi sebagai saksi mata mengatakan" tadi saya melihat pak asep membakar sampah sisa sortiran barang plastik , ketika akan membakar gundukan sampah tersebut korek api yang di pegang  pak asep meledak dan karena pada saat itu kira-kira jam 15.30 angin bertiup agak besar maka api cepat sekali membakar gundukan sampah dan limbah yang luas tempat tersebut hampir mencapai 1500 meter persegi dan melihat seperti itu saya buru- buru beryeriak meminta bantuan warga untuk memadamkan api ungkapnya.

Setengah jam setelah terjadinya kebakaran empat unit kendaraan pemadam kebakaran datang dan langsung mematikan gunungan sampah yang terbakar.

Eman sulaiman kades sriamur yang tiba di lokasi mengatakan " saya akan menutup tempat usaha penimbunan limbah yang tidak memiliki ijin apalagi tidak mempunyai alat pemadam kebakaran karena saya khawatir lokasi penimbunan limbah dan barang bekas ini berada di lingkungan warga" .

Dari pantauan wajah bekasi api berhasil di padamkan pada jam 15.40 oleh pemadam kebakaran yang bermarkas di kelurahan kebalen kec babelan kabupaten bekasi dan menelan kerugian hampir 50 juta rupiah  (red)