Header Ads

Neneng dekati PKS

  MENJELANG beberapa bulan gong Pilkada 2017 Kabupaten Bekasi akan dimulai di awal tahun 2016, beberapa partai terus melakukan komunikasi intensif guna merumuskan bangunan koalisi hingga maju bergandengan tangan sebagai calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) di pesat demokrasi lima tahunan itu. Informasi yang dihimpun, semua partai politik (parpol) di daerah dengan kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara ini telah memastikan diri akan maju di Pilkada 2017 itu dengan bangunan koalisi. Hal itu seperti yang akan dilakukan Partai Golkar, yang saat ini memiliki 10 kursi di DPRD.  Walaupun Golkar memiliki 10 kursi yang menyatakan parpol ini bisa maju mencalonkan pasangan cabup dan cawabup sesuai persyaratan pihak panitia pemilu, namun roman-romannya partai yang identik dengan Pohon Beringin dan warna kuning ini akan berkoalisi dengan parpol lain. Seperti yang dilakukan para petingginnya, kabar terakhir Golkar saat ini terus mendekati Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Neneng Hasanah Yasin masih enggan mengumbar langkah apa yang sedang dilakukan timnya itu menjelang Pilkada 2017. Apalagi dia telah terang-terangan akan maju lagi sebagai calon bupati (cabup). Disinggung apakah sudah ada jabat tangan antara parpolnya dengan PKS, Neneng pun mengelaknya. “Ahhh… bikin gosip aja kau (belum koalisi dengan PKS, Red). Belum lah masih jauh (pembicaraan koalisi menuju Pilkada 2017). Persiapan menuju sana juga belum ada ya,” katanya, beberapa waktu lalu. Adanya pertemuan-pertemuan petinggi parpolnya dengan PKS juga dibantahnya. “No… semua memang masih kita dekati. Dengan Pak Daris (Partai Gerindra) saya juga masih bertemu, dengan Pak Jejen dan Bu Meilina (PDI Perjuangan) juga masih bertemu. Belum lah menuju ke sana (membangun komunikasi serius untuk berkoalisi),” terangnya. [dam/gob]