Header Ads

Rumah tukang ojek sudah ambruk nunggu bantuan pemda 2016

SUKATANI- wajah bekasi. Ironis masih ada saja Warga Miskin Kabupaten Bekasi yang masih termarjinalkan, padahal kabupaten Bekasi sangat terkenal sebagai basis wilayah industri terbesar se asia tenggara dan bahkan wilayah kabupaten Bekasi juga kaya akan sumber daya alamnya, dimana sebagian wilayah utara kabupaten bekasi terdapat banyak titik sumber pertambangan minyak bumi dan gas.

Kali ini menimpa salah warga bernama Tisam (45) yang berprofesi sehari-harinnya sebagai tukang ojeg dipasar induk cibitung, yang juga merupakan warga kampung Gandu RT 002/005 Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani kabupaten Bekasi, yang harus alami keprihatinya dimana rumah tua nya yang sudah lapuk yang merupakan peninggalan warisan orangtuanya sejak puluhan tahun lalu harus ambruk menjadi abu, akibat hal itu ia tidak mampu untuk memperbaikin apalagi hingga membangun rumah yang benar-benar layak untuk dihuni oleh keluarganya.

Padahal menurut Tisam, ia sudah beberapa kali mengajukan bantuan program rumah layak huni (rutilahu) yang merupakan program yang digagas oleh Bupati Neneng Hasanah Yasin, namun sialnya ketika pengajuan bantuan itu belum direspon, justru rumahnya sudah ambruk duluan, sehingga ia dan keluarga kebingungan untuk membangun kembali terbatas pada kemampuan ekonominya yang pas-pasan.

"Saya kaget dan bingung harus bagaimana sekarang, mau bangun duit dari mana bang, sedangkan sehari-harinya aja ngandelin dari hasil ngojeg, dan sekarang terpaksa sekeluarga numpang tinggal dirumah saudara saya, karna takut bangunan rumah justru ambruk semua, karna ini sudah sebagain ambruk,"ucapnya.

Masih menurutnya, Tisam mengaku sudah beberapakali mengajukan bantuan tersebut, namun diketahui dari pihak desa dan kecamatan justru dirinya sudah dimasukan dalam daftar penerima bantuan di tahun 2016, namun sebelum bantuan itu datang justru rumahnya sudah ambruk duluan, sehingga ia memohon agar dapat dibantu solusinya agar rumahnya satu-satunya peninggalan orangtuanya dapat segera dibantu oleh siapa saja selain pemda bekasi.

"Ya terang terang bang, tadi ada orang desa lurah sama pak camat, kita akan dapat bantuan tapi harus nunggu sampai 2016,"katanya.

Namun Tisam berharap, setidaknya kalau memang pemda bekasi mau niat bantu tidak harus menunggu hingga sampai tahun 2016, karena kondisi rumahnya yang ambruk harus segera diperbaiki untuk segera tempati lagi oleh keluarganya, karena paska kejadian itu keluarga harus diungsikan menetap dirumah sanak familinya karena dikhawatirkan semua bangunan ambruk semua.

"Saya berharap semua petinggi pemda bekasi bisa terketuk hatinya untuk bantu kami,"jelasnya.

Sementara itu Camat Sukatani, Endang Setiawan mengaku sudah mengecek langsung ke lokasi dan membenarkan adanya kejadian ambruknya bangunan rumah milik salah satu warga kampung Gandu RT 002/005 Desa Sukadarma. Tisam, bahkan ia mengaku sudah diperintahkan oleh bupati untuk membantu warga tersebut bersama pihak Kepala Desa Sukadarma, dan ia berjanji akan gotong royong membantunya.

"Ya sebenarnya nama pak Tisam ini sudah masuk daftar calon penerima bantuan rutilahu namun awalnya direncanakan untuk dibantu di APBD 2016, tapi sudah roboh duluan, ya kita semaksimal mungkin kita bantu bersama Kades Sukadarma,"pungkasnya.(red)