Header Ads

Ormas tarumajaya kecam penanaman pipa PGN

WAJAH BEKASI, Tarumajaya-Ratusan Organisasi Masyarakat (Ormas) yang tergabung dalam Forum Organisasi Bersama (FOB-) Masyarakat Tarumajaya, Kecamatan Tarumajaya, mengecam proyek Pipa Gas Negara (PGN) yang berlokasi di Kampung Kramat, Desa Samudrajaya, Kecamatan Tarumajaya.

"Ya artinya kami menagih janji-janji yang tidak pernah kami minta, tapi dijanjikan oleh pihak Vegasol, karena Vegasol ini kan anak perusahaan dari PGN, mereka yang memberikan kontraktor-kontraktor yang dimana bisa melaksanakan pekerjaan," kata Ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Tarumajaya, Riki Subakti kepada wartawan, Jum'at (18/9/2015).

Adapun kesepakatan bersama itu yakni, memberdayakan tenaga kerja dari lingkungan setempat, dan menjalin komunikasi dengan masyarakat.

"Kita ingin dilibatkan secara langsung, dalam kegiatan pembangunan yang ada di Tarumajaya khususnya," ucapnya.

Melihat kondisi demikian, Riki pun siap membawa permasalahan ini ke meja hijau. Jika memang tidak ada benang merah kesepakatan antara Vegasol dan masyarakat sekitar.

"Saya akan tantang di Pengadilan oknum-oknum Vegasol, saya minta pekerjaan yang sedang berlangsung dihentikan sampai kita semua bisa duduk bareng komunikasi terutama tentang kesepakatan yang ada," ancamnya.

Selain itu, lanjut Riki, jika dari hasil aksi FOB ini masih ada pekerja yang mengerjakan proyek pipa gas milik perusahaan berplat merah itu. FOB siap menentang itu semua, sebelum kesepakatan yang ada terlealisasikan.

"Kami siap melakukan perlawanan terhadap siapapun yang menjadi backing-backing dari Vegasol atau maupun PT Texma sendiri," tukasnya.

Menurutnya, Vegasol atau PGN yang ada selama ini, tidak dapat menjalin komunikasi dengan masyarakat sekitar. "Siapa pun kontraktornya itu harus bisa menjalin komunikasi dan bisa berjanji, bisa memberikan peluang-peluang pekerjaan secara lebih luas tentunyan" terangnya.

Dalam kesepakatan yang tertuang pada 2014 tahun lalu. Ormas-ormas yang tergabung dalam FOB, sambung Riki, hanya mengingkan lapangan pekerjaa
bukan hanya sekedar uang koordinasi.

"Saya cuma minta tolong libatkan sepuluh teman-teman ormas ini untuk bekerja, bukan saja di kasih uang doang, hilangkan koordinasi itu, ajak mereka bekerja, gaji mereka selesai, bukan secara koordinasi, apa itu?," pungkasnya. (Red)