Header Ads

Anak Pedurenan mustika jaya sukses jadi pengusaha pallet

 Bekasi – WAJAH BEKASI , Secara kasat mata pallet kayu, atau bantalan pengiriman adalah barang yang tidak bernilai. Meski hanya sebuah bantalan pengiriman barang, namun siapa sangka barang ini bisa mendatangkan omzet jutaan rupiah.
Pallet kayu merupakan susunan kayu yang digunakan menjadi alas sebuah barang. Pallet kayu juga bisa dibentuk untuk peti kemas pengiriman barang. Biasanya pallet kayu banyak dicari oleh pelaku usaha agar barang yang akan dikirim tidak rusak selama perjalanan.

Peluang usaha inilah yang dilihat  NURDIN  seorang pria asli kampung pedurenan kelapa dua Rt 03/08  mustika jaya bantar gebang bekasi , Awalnya dia hanya Coba-coba dan ternyata banyak konsumen suka akan hasil pembuatan pallet nurdin yang terlihat rapih kokoh dan murah.
Lama kelamaan nurdin yang sehari-hari di panggil bang Ketu  tertarik untuk terjun langsung mendirikan usaha palletnya sendiri. Berkat ketekunan dan kesungguhan, impiannya pun menjadi kenyataan setelah 6 bulan berusaha dengan jatuh bangun akhirnya perusahaan bang nurdin menggapai sukses.

Pria asli betawi  ini mengaku, meski sudah memiliki pengalaman bersama para karyawanya namun untuk menjalankan bisnis pallet ini secara mandiri tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Sebab, persaingan di antara pengusaha pallet kayu cukup ketat.
Dia bercerita pernah memiliki pengalaman buruk dalam menjalankan usahanya. "Pernah kita berurusan dengan salah satu perusahaan, tapi kita kalah saing karena ada pihak yang bermain. Kalau sudah begitu bagaimana? Kita cuma mau main sehat," tegasnya.

Nurdin  menambahkan, untuk menghadapi persaingan yang tidak sehat. Pihaknya hanya akan melepas produk pada perusahaan yang melakukan proses tender secara sehat. Selain itu, terus berusaha mempertahankan kualitas pallet kayu. Karena jika kualitas baik, maka pelanggan akan puas.
Dalam menjalankan usahanya, Nurdin/ketu berusaha menggunakan kayu berkualitas legal logging. Artinya kayu yang digunakan bertanggung jawab dalam kelestarian hutan. Kayunya pun diolah melalui proses fumigasi sehingga tidak mengandung hama sesuai dengan standar food grade.

Tidak hanya itu, Nurdin juga menerapkan disiplin yang tinggi bagi karyawannya dalam memproduksi pallet kayu. Mesin untuk memproduksi kemasan kayu, seperti alat potong, alat serut, hingga mesin paku tembak (coil nail) diperhatikan secara detail oleh Nurdin. Pemotongan kayu pallet juga diukur secara rinci agar sesuai pesanan. Tujuannya agar ukuran pallet dan barang yang akan dikirim bisa sesuai. Dengan begitu barang kiriman pelanggan akan aman.

Kendati usahanya baru berjalan baru beberapa tahun, namun Nurdin bisa mengantongi omzet cukup menjanjikan.  Berharap ke depannya bisa lebih lagi, soalnya kalau pallet tergantung kegiatan Permintaan di pasaran. Kalau permintaan barang lagi meningkat ya pemesanan pallet kita meningkat, begitu juga sebaliknya," tandasnya. (ade)